Berkah Tahun Ajaran Baru bagi Pedagang Buku dan Perlengkapan Sekolah di Sukabumi

Toko-toko buku dan perlengkapan sekolah di Kota Sukabumi kebanjiran pembeli, menghasilkan peningkatan omzet yang signifikan dan optimisme di kalangan pelaku usaha.

oleh Fira SyahrinDiperbarui 14 Juli 2025, 17:03 WIB
Antrean mengular di toko buku Kota Sukabumi menjelang tahun ajaran baru. (Liputan6.com/Istimewa).

Liputan6.com, Sukabumi - Menjelang tahun ajaran 2025/2026, euforia berburu perlengkapan sekolah tak hanya dirasakan oleh para orang tua dan siswa di Sukabumi, tetapi juga membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. 

Toko-toko buku dan perlengkapan sekolah di Kota Sukabumi kebanjiran pembeli, menghasilkan peningkatan omzet yang signifikan dan optimisme di kalangan pelaku usaha.

Pemandangan antrean panjang dan sesaknya pembeli menjadi hal lumrah, salah satunya di Toko Buku Aa, Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi. 

Sejak pagi hari, bahkan sebelum toko dibuka, warga sudah memadati area depan toko, rela mengantri demi mendapatkan perlengkapan sekolah untuk anak cucu mereka. 

Ilah (63), warga Selabintana, Kabupaten Sukabumi, salah satu di antaranya. Ia mengaku sudah mengantri sejak pukul 09.00 WIB dan harus berebut dengan pembeli lain untuk memilih barang.

"Pokoknya dari waktu baru buka jam 09.00-an, saya sudah mulai ngantri. Tadi banyak orang banget, berebut pilih-pilih aja sama yang lain," ujar Ilah pada Minggu (13/7/2025). 

Ilah membeli sekitar 30 item perlengkapan tulis seperti buku, pensil, dan pulpen dengan total harga Rp255 ribu untuk dua cucunya yang akan masuk SD dan SMP. Baginya, harga di toko ini lebih terjangkau, meskipun harus mengantri setengah jam.

 

Berkah Tahunan yang Semakin Menggeliat

Pengelola Toko Buku Aa, Sugih Haryadi, mengungkapkan bahwa momen menjelang tahun ajaran baru memang selalu menjadi puncak keramaian bagi tokonya. 

Namun, momentum tahun ajaran baru sekolah ini terasa lebih istimewa dengan jumlah pelanggan yang membludak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Seharinya pelanggan bisa sampai lebih dari 1.000 orang per hari. Omzet juga ada kenaikan dari hari biasa lebih dari 100 persen," terang Sugih.

Geliat antusiasme orang tua siswa dalam berburu perlengkapan sekolah ini sudah terasa sejak bulan Juni, lebih awal dari biasanya yang dimulai pada bulan Juli. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu (13/7), sehari sebelum dimulainya tahun ajaran 2025/2026.

"Dari bulan Juni juga udah mulai ramai biasanya dari bulan Juli. Puncaknya kalau perkiraan 13 Juli kan. Paling banyak yang dibeli tuh 1 item sampai 50 karton mah ada dalam satu hari," jelas Sugih.

Lonjakan pembeli ini tidak hanya merefleksikan kesiapan masyarakat menyambut tahun ajaran baru, tetapi juga menjadi angin segar bagi roda perekonomian lokal, khususnya bagi para pedagang perlengkapan sekolah di Sukabumi.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya