Nama Dicatut untuk Penipuan Rekrutmen PNS, Bupati Gunungkidul Murka

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, murka namanya dicatut dalam kasus penipuan rekrutmen ASN yang menimpa dua warga. Ia menegaskan rekrutmen dilakukan transparan tanpa imbalan apapun.

oleh HendroDiterbitkan 15 Juli 2025, 12:00 WIB
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, tampil tegas menanggapi pencatutan namanya dalam kasus penipuan rekrutmen ASN.

Liputan6.com, Gunungkidul - Nama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, tercoreng oleh ulah tak bertanggung jawab. Ia mengaku murka ketika mendengar kabar namanya dicatut oleh seseorang untuk menipu warga dalam modus rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS).

Kabar ini mencuat setelah jagat media sosial ramai memperbincangkan penipuan yang menimpa dua warga Gunungkidul. Kasus bermula dari cerita miris seorang warga Kalurahan Pulutan, Kapanewon Wonosari, dan seorang warga Tanjungsari yang menjadi korban tipu daya pelaku. Mereka dijanjikan kelulusan tes kerja dengan syarat membayar sejumlah uang.

Pelaku mengaku memiliki kedekatan khusus dengan Bupati Endah. Ia sesumbar bisa meloloskan siapa saja untuk bekerja di dinas pemerintahan, asal menyetorkan sejumlah uang sebagai "syarat" kelulusan.

Salah satu korban bahkan merupakan seorang dukuh di wilayah Tanjungsari. Ia begitu percaya pada janji pelaku, hingga rela menyerahkan uang. Korban lain, warga Pulutan, diketahui menyetorkan Rp10 juta, yang belakangan dikembalikan pelaku setelah kasus ini menjadi viral.

Bupati Endah pun angkat bicara. Ia secara tegas membantah terlibat dalam praktik semacam itu.

“Saya menjalankan penataan pejabat dan rekrutmen pegawai secara transparan. Tidak pernah sekalipun saya meminta uang atau menjanjikan posisi kepada siapapun,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

 

 

Simak Video Pilihan Ini:

Waspada

Endah menyebutkan, sistem yang ia jalankan berlandaskan pada aturan pemerintahan dan prinsip meritokrasi. Ia menolak dengan keras jika ada tudingan atau upaya pihak tertentu yang mencoba menumpangi proses rekrutmen ASN demi kepentingan pribadi.

“Saya tidak pernah memberi mandat atau perintah kepada siapapun, baik tokoh agama, organisasi, individu, kelompok, maupun tim sukses untuk melakukan rekrutmen pegawai atas nama saya,” tambahnya.

Bupati juga memastikan bahwa proses seleksi pegawai hanya dilakukan melalui jalur resmi sesuai peraturan perundang-undangan. Tidak ada jalan pintas, apalagi dengan cara membayar.

Ia mengaku sudah mendapatkan laporan mengenai video viral yang menunjukkan dugaan penipuan tersebut. Dari informasi yang diterimanya, pelaku dan korban saling mengenal. Bahkan, pelaku diketahui memiliki hubungan asmara dengan seseorang di wilayah Tanjungsari. Hal inilah yang membuatnya semakin leluasa memperdaya korbannya.

Dengan kejadian ini, Endah mengimbau seluruh masyarakat Gunungkidul untuk lebih waspada. Ia meminta agar siapa pun segera melapor apabila mendapat pesan atau tawaran mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya atau pejabat Pemkab Gunungkidul.

“Jangan pernah percaya pada janji-janji kosong. Nama saya tidak untuk dipermainkan,” pungkasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya