PBB Desak Akses BBM ke Gaza, Warga di Ambang Kelaparan dan Wabah Penyakit

PBB memperingatkan bahwa tanpa BBM, rumah sakit, dapur umum, hingga sistem air bersih berpotensi berhenti beroperasi.

oleh Benedikta Miranti T.VDiterbitkan 14 Juli 2025, 10:00 WIB
Serangan Israel yang menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza menyebabkan sejumlah krisis, termasuk kesehatan anak dan kelaparan. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyebut, kini, 80% wilayah Gaza telah menjadi zona militer Israel—sebuah situasi yang memaksa penduduk Gaza berpindah ke kawasan pengungsian. (Eyad BABA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras terkait kelangkaan bahan bakar di Jalur Gaza yang telah mencapai tingkat kritis. Kondisi ini dinilai mengancam kelangsungan hidup masyarakat dan bisa menyebabkan lumpuhnya seluruh operasi kemanusiaan di wilayah yang porak-poranda akibat perang.

Dalam pernyataan bersama, tujuh badan PBB termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebutkan bahwa “bahan bakar adalah tulang punggung kelangsungan hidup di Gaza”.

Bahan bakar dibutuhkan untuk mengoperasikan rumah sakit, sistem air bersih, sanitasi, ambulans, dan dapur umum. Tanpa pasokan memadai, aktivitas dasar dan layanan bantuan kemanusiaan terancam berhenti total.

"Tanpa bahan bakar, tidak ada layanan kesehatan, tidak ada air bersih, dan tidak ada kemampuan untuk menyalurkan bantuan," demikian bunyi pernyataan tersebut, seperti mengutip Malay Mail, Senin (14/7/2025). 

Kelangkaan bahan bakar di Gaza telah terjadi sejak konflik besar meletus pasca serangan Hamas di wilayah Israel pada 7 Oktober 2023.

Hampir dua tahun berlalu, penduduk Gaza kini menghadapi kondisi yang semakin sulit dengan kerawanan pangan yang meluas dan risiko kelaparan akut.

Ancaman Wabah Penyakit

Diketahui, sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 2 juta orang atau hampir seluruh penduduk Gaza harus mengungsi. Hingga kini, ada lebih dari 57.000 warga Palestina tewas sejak perang antara Israel dan milisi Hamas memanas pada Oktober 2023 lalu. (Eyad BABA/AFP)

PBB juga menyoroti ancaman wabah penyakit mematikan akibat terganggunya sistem sanitasi.

"Bila limbah menumpuk di jalanan dan air bersih tak lagi tersedia, keluarga-keluarga di Gaza akan semakin rentan terhadap penyakit dan kematian," lanjut pernyataan itu.

Beberapa hari lalu, PBB sempat berhasil mengirimkan 75.000 liter bahan bakar ke Gaza untuk pertama kalinya dalam 130 hari. Namun volume itu disebut hanya sebagian kecil dari kebutuhan harian yang sebenarnya untuk menjaga kehidupan dan layanan penting tetap berjalan.

"PBB dan mitra kemanusiaan tidak bisa melebih-lebihkan urgensi situasi ini. Bahan bakar harus diizinkan masuk ke Gaza dalam jumlah cukup dan secara konsisten," tegas mereka.

Infografis Bencana Kelaparan Mendera Warga Gaza. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya