Merangkul Komunitas, Cara IHG Hotels & Resorts Tanamkan Jangkar Bisnis Wisata Berkelanjutan

Walau menggandeng mitra untuk menjalankan misi pemberdayaan komunitas, karyawan dan tamu IHG Hotel & Resorts Indonesia juga aktif dilibatkan dalam pelaksanaannya.

oleh Dinny MutiahDiterbitkan 14 Juli 2025, 09:02 WIB
Para ibu pekerja yang dilibatkan dalam program kemitraan Saab Shares dan IHG Hotel & Resorts. (dok. Saab Shares)

Liputan6.com, Jakarta - Mengelola bisnis pariwisata secara berkelanjutan tak mudah. Tak hanya bicara soal pelestarian lingkungan, tapi juga menanamkan jangkar yang kuat di komunitas sekitarnya. Cara terakhir lah yang digencarkan IHG Hotels & Resorts Indonesia.

Direktur Operasi IHG Hotels & Resorts Indonesia, Anil Pathak menyatakan keberadaan komunitas mampu menyokong bisnis mereka di Indonesia sejak membuka hotel pertama mereka, Intercontinental Bali Jimbaran, pada 1993. Hotel yang masih beroperasi sampai sekarang itu bahkan menjadi flagship bagi jaringan hotel yang kini mengoperasikan 31 hotel.

"Tahun lalu kami membuka tujuh hotel yang jika Anda lihat dari keseluruhan pertumbuhan kami di Asia Tenggara, kami adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat. Tahun ini juga, saya pikir kami akan membuka lima hotel lagi," kata Anil dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.

 

"Pertumbuhan itu satu hal, tapi keterlibatan kami dengan komunitas adalah sesuatu yang sangat penting bagi kami dan menjadi salah satu fokus utama kami di Indonesia. Menjadi kekuatan untuk kebaikan dan ini juga sejalan dengan bagaimana IHG berpikir dalam bekerja dengan komunitas kami," sambungnya.

Saat ini, pihaknya mengklaim bisnis mereka telah berdampak pada sekitar 350 ribu orang di seluruh kawasan Asia Timur dan Pasifik. Secara global, pihaknya ingin menjangkau sekitar 30 juta orang hingga 2030.

Gandeng Mitra Berdayakan Komunitas

Jumpa pers IHG Hotel & Resorts di Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah)

 

Pihaknya tidak ingin hanya sekadar berbagi donasi, melainkan lebih pada berbagi ilmu dan keterampilan. Pihaknya sengaja menggandeng mitra untuk bisa menjalankan misi dan mencapai target yang ditetapkan.

Saab Shares, organisasi nirlaba yang didirikan pada 2014 oleh kakak beradik Sabrina dan Elena Bensawan itu menjadi salah satu mitra IHG dalam pemberdayaan ibu pekerja sejak dua tahun lalu. Anil menilai organisasi itu memiliki keahlian di bidangnya dengan benar-benar melibatkan tim di hotel.

"Kami membutuhkan orang-orang ini untuk terjun dan bekerja bersama Saab Shares di workshop mereka dan melihat keterampilan apa yang bisa kita mitrakan dengan mereka untuk meningkatkan kemampuan mereka yang bisa membantu mereka mendapatkan daya saing kerja di pasar," kata Anil.

Regia Jahja, General Manager, Holiday Inn Resort Baruna Bali dan Holiday Inn Express Baruna Bali, menambahkan bahwa tema pemberdayaan ibu pekerja dilatari kondisi internal perusahaan. "Orangtua bekerja itu merupakan pondasi utama dari populasi karyawan IHG Indonesia," kata dia.

Fokus pada Pemberdayaan Ibu Pekerja

Catatan pencapaian IHG Hotel & Resorts dalam pemberdayaan ibu pekerja dan anak-anak dari keluarga prasejahtera. (dok. Liputan6.com/Dinny Mutiah)

Di internal perusahaan, mereka menerapkan sejumlah program untuk mendukung karyawan yang telah berkeluarga, seperti dukungan kesehatan mental, waktu kerja fleksibel, dan cuti ayah yang lebih panjang. Tujuannya untuk memberi kesempatan bagi para ayah agar bisa membuat bonding dengan anaknya yang baru lahir.

Setelah pelaksanaannya dianggap sukses, sambung Regia, pihaknya ingin mengaplikasikan hal yang sama kepada komunitas lokal tempat mereka beroperasi. Pihaknya menemukan Saab Shares memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama.

"Saab Shares sendiri mempunyai fokus utama yaitu memberdayakan warga terutama para ibu pekerja dengan memberikan keterampilan-keterampilan tambahan. Jadi dengan harapan dengan keterampilan tambahan ini, ibu pekerja ini juga mendapat kesempatan untuk meningkatkan taraf kehidupannya," ia menerangkan.

Peningkatan taraf hidup termasuk peningkatan kesehatan untuk keluarganya, peningkatan taraf pendidikan untuk anak-anaknya, dengan tujuan akhirnya adalah pemberantasan kemiskinan. Program kemitraa itu dimulai dari dua hotel di area Jakarta hingga kini seluruh hotel IHG Indonesia berpartisipasi.

Pentingnya Melibatkan Tamu

Ilustrasi hotel di Bali | unsplash.com/@taylorgsimpson

Sabrina Bensawan, pendiri Saab Shares, menyatakan bahwa ibu-ibu yang diberdayakan berasal dari keluarga pra-sejahtera. Selain itu, mereka juga fokus membantu pendidikan anak-anaknya agar bisa keluar dari lingkaran kemiskinan. Total pada kuartal I/2025, ada 1.869 jiwa yang diberdayakan.

"Dengan mitra seperti IHG ini, kami establish kegiatan-kegiatan yang positif dan bermanfaat untuk komunitas-komunitas kita dan IHG fokus untuk memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan skill para penerima bantuan maupun memberikan pelatihan emergency safety training," jelasnya.

Selain itu, jaringan hotel itu juga membeli produk-produk buatan ibu-ibu binaan yang kemudian diberikan kepada tamu sebagai welcome amenities. Di kemasannya, pihaknya menyelipkan cerita maupun bakat para ibu kepada seluruh properti dan juga para tamu.

"Ini bukan saja meningkatkan awareness tapi juga meningkatkan relationship yang lebih bermakna kepada tamu-tamu IHG. Kami harap kolaborasi ini bukan saja berdampak untuk komunitas, tapi juga bisa membuat sebuah experience yang sangat bermakna dan valuable untuk tamu-tamu IHG," kata dia.

Anil menambahkan bahwa pelibatan para tamu sangat penting dalam aktivitas tersebut. Ia menyadari bahwa selain fasilitas yang mumpuni, para tamu juga mengharapkan pengalaman berbeda dalam perjalanan yang mereka lakukan. "Kami melihat banyak hotel di Bali, misalnya, di mana para tamu ikut ambil bagian dalam aksi-aksi komunitas seperti ini," ujarnya.

 

Infografis Strategi Hotel Terapkan Prinsip Keberlanjutan. (Putri Astrian Surahman/Liputan6.com)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya