Liputan6.com, Jakarta Pengembang properti Asthara Skyfront City membukukan penjualan Rp 320 miliar untuk seluruh unit Cluster Allurea yang seluruhnya laku terjual. Hunian tipe ini berada didalam Super Cluster The Floritz yang merupakan tahap 1 penjualan.
Ini diungkapkan CEO Asthara Skyfront City, Supardi Ang, yang melihat antusiasme masyarakat membeli unit rumah Cluster Allurea yang dibuka pada Juni 2025. Cluster Allurea merupakan salah satu hunian perdana Asthara Skyfront City.
Advertisement
"Hari ini, 12 Juli 2025, seluruh unit pada tahap pertama Allurea telah habis terjual melalui sesi pemilihan unit yang kami adakan. Kami langsung membuka penjualan tahap kedua karena memahami bahwa kebutuhan akan hunian merupakan kebutuhan dasar yang terus meningkat, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan hunian strategis, nyaman dan terintegrasi," ujar dia di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).
Asthara Skyfront City merupakan hunian perkotaan modern yang dibangun bersebelahan dengan Bandara Internasional Soekarno Hatta. Hunian ini mengedepankan beragam konektivitas berskala nasional hingga mancanegara.
Allurea membuka penjualan perdananya pada Kamis, 19 Juni 2025. Terdiri dari 2 tipe rumah yakni tipe 6 dan tipe 8, dibandrol dengan harga mulai dari Rp 900 juta sampai Rp 2,8 miliar.
Hunian ini dikatakan cocok dijadikan hunian serta investasi jangka panjang bagi para pembelinya, baik dari Kota Jakarta, Tangerang maupun Kota lainnya. Cluster ini merupakan salah satu dari 4 cluster yang berada di dalam super cluster THE FLORITZ dengan luas total 22 ha.
Kota Mandiri
Dirancang sebagai ruang perkotaan mandiri, Kawasan ini mencakup kawasan hunian, pusat perbelanjaan dan bisnis terpadu. Dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti sarana Pendidikan, sarana layanan Kesehatan, ruang terbuka hijau, sarana ibadah dan sarana perdagangan.
Cluster ALLUREA, yang berada didalam Super Cluster THE FLORITZ, tersedia dua pilihan tipe unit, yaitu Tipe 6 dan Tipe 8.
Di mana Tipe 6, masing-masing menawarkan dua varian ukuran, antara lain tipe 6 dengan luas tanah 60 m2 dan luas bangunan 67 m2 atau luas tanah 72 m2 dengan luas bangunan 86 m2.
Sedangkan tipe 8 terdiri dari luas tanah 96 m2 dengan luas bangunan 107 m2 dan luas tanah 128 m2 dengan luas bangunan 154 m2.
Supardi Ang menutup pernyataannya dengan optimisme terhadap penjualan properti berikutnya. “Kawasan hunian terintegrasi ini menjadi satu-satunya yang paling dekat dengan Bandara Internasional saat ini, namun tetap berada diluar jalur penerbangan sehingga menjadikannya lingkungan yang nyaman bagi para penghuninya,” kata dia.