Liputan6.com, Jakarta - Dalam episode ke-227 ini, asmara Gema dan Kiara mencapai puncaknya ketika Gema berlutut dengan penuh harapan di hadapan Kiara. Dengan dua bunga di tangan, suasana menjadi penuh ketegangan dan haru. Keputusan Kiara yang tak terduga mengubah suasana menjadi kebahagiaan yang meledak-ledak, diiringi sorak-sorai teman-teman mereka. Di tengah kebahagiaan itu, Gema dan Kiara berbagi momen manis yang membuat semua orang tersenyum dan merasakan cinta yang tulus. Malam itu, diiringi oleh band Sixplay, cinta mereka menjadi nyata dalam suasana yang penuh kehangatan dan musik yang menggetarkan hati.
Gema perlahan berlutut di hadapan Kiara, matanya penuh harap. Di tangannya, ia memegang dua bunga: satu putih, satu merah. Kiara terdiam, matanya berkaca-kaca. Dengan tangan yang gemetar, ia memilih bunga putih. Gema menunduk, menahan napas—semua orang ikut merasakan ketegangan, suasana berubah menjadi hening yang menyedihkan. Namun tiba-tiba, Kiara tersenyum kecil dan mengambil bunga merah juga. Aku masih menunggumu, Gem, katanya.
Advertisement
Suasana langsung meledak! Sorak-sorai memenuhi café. Gaspol dan Chaos Crew melompat kegirangan. Syakira muncul dengan selempang dadakan, berteriak, Couple of the Year! GemKi selamanya! Cantika histeris, Ternyata cinta bisa menghasilkan endorfin sebanyak ini! Aqeela memeluk Kiara erat, Aku sangat bahagia untukmu! Ini seperti film yang menjadi nyata!
Di tengah keramaian, Gema menggenggam tangan Kiara dengan lembut. Ikut aku sebentar... katanya, menatap Kiara dalam-dalam dengan suara bergetar. Ki... tampar aku dong. Kiara terkejut, Hah?! Kenapa?! Gema tersenyum malu-malu, Biar aku yakin ini bukan mimpi. Sumpah... bahkan dalam mimpi, aku tidak pernah punya pacar seperti kamu. Kiara tak bisa menahan tawanya.
Di dalam café, suasana semakin memanas. Zara duduk di samping Fattah yang tersenyum melihat kebahagiaan itu. Kamu senang ya melihat Gema akhirnya menyatakan perasaannya pada Kiara? bisik Fattah. Zara tersenyum hangat, Senang sekali.
Tiba-tiba, lampu café meredup. Mohan berdiri di depan mikrofon dengan gitar di tangan. Dia memberi kode pada band. Noel bersiap di drum set, Adit menyentuh tuts keyboard dengan lembut, Andro mengangguk sambil memegang bass, dan Jefan merapikan strap gitarnya. Sixplay siap mengguncang malam dengan lagu cinta mereka.