Liputan6.com, Jakarta - Di tengah badai kesalahpahaman, cinta Wira dan Melati diuji. Mampukah mereka menemukan jalan untuk kembali bersatu, atau akankah takdir membawa mereka ke arah yang berbeda?
Wira menatap foto Melati dengan pandangan yang penuh kebingungan dan kesedihan. Di sampingnya, Niar berbicara dengan nada tajam, Sekarang kamu bisa melihat sendiri, siapa sebenarnya Melati. Namun, Wira hanya menggelengkan kepalanya, menolak untuk menerima kenyataan pahit yang disodorkan padanya. Dalam hatinya, ia tak bisa membayangkan Melati melakukan hal yang begitu rendah.
Advertisement
Di tempat lain, Melati yang masih lemah memaksakan diri berjalan di sepanjang koridor rumah sakit. Rifat, yang setia di belakangnya, terus berusaha menjaganya. Namun, Melati yang diliputi kekesalan, berbalik dan berkata, Jangan dekati aku lagi! Aku tidak ingin Wira semakin salah paham.
Ketika Melati tiba di depan rumah Niar, ia menangis memohon agar diizinkan bertemu dengan Wira untuk menjelaskan semuanya. Namun, Niar berdiri tegar di pintu, air mata membasahi pipinya. Pergi! Kamu bukan lagi bagian dari keluarga kami, ujarnya dengan dingin, membuat hati Melati hancur berkeping-keping.
Di dalam rumah, Aura yang ingin mengetahui lebih banyak tentang situasi di luar, dihalangi oleh Bik Alin. Namun, meski begitu, Aura yang telah menguping percakapan tersebut, tersenyum penuh arti. Sebuah rencana mulai terbentuk dalam benaknya...