4 Perusahaan Resmi Melantai di Bursa Hari Ini, 3 Langsung Melambung Tapi 1 Loyo

Empat perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Kamis (10/7/2025). Dari jumlah tersebut harga saham tiga emiten langsung menguat dan satu emiten turun. Simak rinciannya dalam tulisan ini.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 10 Juli 2025, 10:45 WIB
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Empat perusahaan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), hari ini, Kamis (10/7/2025), yaitu PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK), dan PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI). Bagaimana pergerakan keempat harga saham tersebut setelah resmi terdaftar di BEI?

PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK)

CHEK resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/7/2025). Diastika Biotekindo menjadi perusahaan tercatat ke-19 di BEI pada 2025. Setelah IPO, pergerakan harga saham CHEK melonjak 33,38% ke level Rp 172 dari harga IPO di Rp 128 per saham.

Dalam IPO ini, perseroan menawarkan sebanyak 815 juta saham baru atau setara 20,04% dari total modal disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp128 per saham, sehingga total dana yang ditargetkan mencapai Rp104,32 miliar.

Seluruh dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pembelian barang dagangan, biaya angkut, biaya operasional kantor, sewa, dan aktivitas penjualan lainnya.

 

PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

Trimitra Trans Persada menjadi perusahaan tercatat ke-20 di BEI pada 2025. Pada perdagangan perdana, harga saham BLOG melonjak 24,8% ke level Rp 312 dari harga IPO di Rp 250 per saham.

Perseroan menawarkan 563,25 juta saham baru atau setara dengan 16,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Sebesar 67% dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai tambahan modal untuk SSA guna mendukung pembangunan gudang tersebut. Sementara itu, 33% sisanya digunakan untuk pembelian 75–100 unit kendaraan angkutan ringan berkaroseri tipe cold dan dry, demi memperluas kapasitas layanan logistik perusahaan.

 

PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI)

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

MERI menjadi perusahaan tercatat ke-21 di BEI pada 2025. Pada perdagangan perdana, harga saham MERI melonjak 34,38% atau naik 44 poin ke level Rp 172 dari harga IPO di Rp 128 per saham.

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk memperkuat anak usaha, yakni 65% untuk PT Merry Riana Edukasi Delapan, termasuk biaya sewa lokasi Learning Centre, promosi, pengembangan SDM, perlengkapan ajar, dan operasional kantor.

Adapun 35% untuk PT Merry Riana Akademi Tujuh, untuk membiayai pelaksanaan event seperti Life Camp, Leadership Camp, dan Billionaire Camp, serta kegiatan pemasaran dan perlengkapan kelas.

 

PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI)

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PMUI menjadi perusahaan tercatat ke-22 di BEI pada 2025. Pada perdagangan perdana, harga saham PMUI melemah 8,33 persen ke level Rp 165 dari harga IPO di Rp 180 per saham.

PMUI menawarkan sebanyak 1,16 miliar saham baru atau setara dengan 20% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp180 per saham, sehingga total dana yang ditargetkan mencapai Rp208,8 miliar.

Periode penawaran umum berlangsung pada 2–8 Juli 2025, dengan penjatahan dilakukan pada 8 Juli 2025, distribusi saham pada 9 Juli.

Perseroan menjalankan bisnis utamanya di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, serta konsultan manajemen. Perseroan juga dikenal sebagai salah satu distributor utama XL Axiata dengan penguasaan pasar sekitar 35% dari jangkauan operator tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya