Waspada Potensi Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi Laki-Laki

Setidaknya terdapat lima aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur banjir lahar, utamanya saat terjadi hujan lebat.

oleh Dikdik RipaldiDiterbitkan 11 Juli 2025, 10:00 WIB
Petugas Pos Pemantau Gunung Lewotobi Laki-Laki menginformasikan bahwa telah terjadi erupsi gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada Senin 7 Juli 2025 pukul 11:05 WITA. (Handout/Indonesia's Geological Agency/AFP)

Liputan6.com, Bandung - Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dinyatakan pada level IV (awas). Badan Geologi mengimbau masyarakat mewaspadai sejumlah aliran sungai yang berhulu di gunung api tersebut. 

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid menyebut, setidaknya terdapat lima aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur banjir lahar hujan, saat terjadi hujan lebat.

“Waspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, khususnya pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki,” kata Wafid dalam laporan tertulis di Bandung, Rabu, 9 Juli 2025.

Adapun, sejumlah aliran sungai itu yakni seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

“Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih tinggi, sehingga tingkat aktivitas Gunung api Lewotobi Laki-laki masih ditetapkan pada Level IV (Awas),” katanya.

Wafid melanjutkan, berdasarkan data visual tanggal 8 – 9 Juli 2025 hingga pukul 06.00 Wita, erupsi eksplosif Gunung Lewotobi Laki-laki masih terjadi namun dengan tingkat eksplosivitas yang menurun dibandingkan erupsi tanggal 7 Juli 2025.

Suara dentuman yang menunjukkan terjadinya pelepasan gas bertekanan tinggi tidak terdengar lagi. Guguran lava dan hujan abu masih terjadi namun tidak disertai dengan awan panas.

“Dengan kondisi masih adanya erupsi yang disertai suplai magma dan aliran gas/magma kepermukaan maka akumulasi tekanan dapat kembali terjadi dan dapat memicu terjadinya erupsi eksplosif, guguran lava, maupun awan panas,” jelasnya.

 

Labuan Bajo dan Pulau Flores

Diberitan sebelumnya, erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada aktivitas wisata di daerah tersebut. Untuk itu, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mengimbau para wisatawan yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo dan wilayah lainnya di Pulau Flores serta masyarakat untuk mengenakan masker guna mencegah dampak abu vulkanik.

Wilayah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, dan sejumlah kabupaten lainnya di Pulau Flores terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki pada Senin, 7 Juli 2025.

"Kami mengimbau untuk selalu menggunakan masker dan kaca mata saat beraktivitas di luar rumah serta mengurangi aktivitas di luar rumah demi menjaga kesehatan dan mencegah gangguan pernapasan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono di Labuan Bajo, Selasa, 8 Juli 2025, dikutip dari Antara.

"Jika tidak ada keperluan mendesak, diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan buat mengurangi paparan abu vulkanik," sambungnya.

Marhen menambahkan abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan menggunakan masker dapat membantu mengurangi risiko menghirup abu vulkanik yang berbahaya.

 

Memantau Perkembangan Aktivitas Gunung Lewotobi

Ia juga mengingatkan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan endapan abu vulkanik sebaiknya segera dibersihkan menggunakan air agar tidak beterbangan dan terhirup. "Penuhi asupan cairan dengan minum air putih dalam jumlah cukup untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu membersihkan partikel abu yang mungkin terhirup dari saluran pernapasan," katanya.

Jika mengalami batuk, sesak napas, atau gejala lainnya akibat paparan abu vulkanik, lanjut dia, diharapkan agar wisatawan dan warga segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Marhen mengimbau agar selalu mengikuti informasi terkini dengan memantau perkembangan dan ikuti arahan dari pihak terkait serta layanan darurat untuk mengetahui kondisi dan rekomendasi terkini.

Ia juga menjelaskan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo bersama pemangku kepentingan terkait, termasuk BPOLBF. Mereka juga telah membentuk Posko Kesiapsiagaan Laut yang berperan dalam koordinasi dan penyebaran informasi terkait perkembangan situasi dan kondisi terkini erupsi Gunung Lewotobi. 

Jadwal Penerbangan

Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur juga mengganggu jadwal penerbangan dari dan menuju beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur. PT Angkasa Pura Indonesia Bandara El Tari Kupang mencatat sebanyak delapan penerbangan terpaksa dibatalkan hingga Selasa siang, 8 Juli 2025, akibat dampak sebaran abu vulkanik dari gunung yang masih terus mengalami erupsi.

"Per siang hari ini, tercatat delapan pesawat membatalkan penerbangan karena erupsi Gunung Lewotobi," ujar I Gusti Ngurah Yudi Saputra, Pejabat Pengganti Sementara (PGS) Legal, Compliance & Stakeholder Relation Bandara El Tari Kupang, dikutip dari Antara, Selasa.

Dari delapan penerbangan yang dibatalkan, enam di antaranya dioperasikan oleh maskapai Wings Air. Adapun rute yang terdampak meliputi:

• Wings Air IW1828 Maumere–Kupang

• Wings Air IW1829 Kupang–Maumere

• Wings Air IW1994 Lewoleba–Kupang

• Wings Air IW1995 Kupang–Lewoleba

• Wings Air IW1930 Larantuka–Kupang

• Wings Air IW1931 Kupang–Larantuka

• Wings Air IW1928 Larantuka–Kupang

• Wings Air IW1929 Kupang–Larantuka

"Untuk rute Kupang–Larantuka sendiri dalam satu hari biasanya ada empat kali penerbangan," terang Yudi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya