Kisah Haru VJ Edgecombe, dari Rumah Tanpa Listrik hingga Jadi Bintang NBA Bernilai Rp 819 Miliar

Valdez “VJ” Edgecombe Jr. seorang pemuda yang berasal dari gugus pulau kecil di Bahama dan hidup tanpa listrik selama 7 tahun berhasil menandatangani kontrak senilai USD 50,4 Juta.

oleh Linda Maulina KhairunnisaDiterbitkan 09 Juli 2025, 21:00 WIB
VJ Edgecombe dari Philadelphia 76ers menjawab pertanyaan dari media dalam konferensi pers NBA Jumat, 27 Juni 2025, di Camden, New Jersey. (Foto AP/Chris Szagola)

Liputan6.com, Jakarta - Setelah namanya diumumkan sebagai pilihan Nomor 3 dalam Draft NBA 2025 pada 25 Juni lalu, Valdez “VJ” Edgecombe Jr. tak kuasa menahan air matanya.

Shooting guard yang kini resmi direkrut oleh Philadelphia 76ers itu berasal dari Bimini, gugus pulau kecil di Bahama. Dalam wawancara bersama NBA TV, Edgecombe mengenang masa kecilnya yang penuh tantangan termasuk perjuangan keluarganya untuk sekadar mendapatkan makanan dan penerangan di rumah.

“Saya tidak punya Listrik, saya hidup dari generator selama tujuh tahun,” kata Edgecombe yang saat ini berusia 19 tahun, dikutip dari CNBC, Rabu (9/7/2025).

Ia memuji ibunya yang tunggal atas kesuksesannya. “Melihat apa yang harus ia lalui untuk memberi kami makan? Gila,” katanya.

Meskipun belum secara resmi menandatangani kontrak dengan Philadelphia 76ers, ia dipastikan akan menerima bayaran besar. Berdasarkan skala gaji rookie NBA yang ditentukan oleh posisi draft, slot No. 3 membawa nilai kontrak maksimum sebesar USD 50,4 juta atau sekitar Rp 819,54 miliar (estimasi kurs Rp 16.300 per USD) untuk empat tahun, termasuk dua tahun sebagai opsi tim.

Edgecombe direkrut oleh 76ers setelah menjalani satu musim bersama Baylor University. Selama masa kuliahnya, ia telah menandatangani sejumlah kesepakatan nama, gambar, dan rupa (NIL) dengan perusahaan seperti PSD Underwear dan Panini America. Pada hari draft, Adidas juga mengumumkan bahwa Edgecombe kini menjadi bagian dari jajaran atlet mereka.

 

Membuka Jalan

VJ Edgecombe dari Philadelphia 76ers menjawab pertanyaan dari media dalam konferensi pers NBA Jumat, 27 Juni 2025, di Camden, New Jersey. (Foto AP/Chris Szagola)

Seberapa besar penghasilan yang akan diperoleh dari kontrak-kontrak tersebut belum dapat. Namun, bahkan sebelum kesepakatan ditandatangani, ia telah menyumbangkan sebagian uangnya untuk sekolah lamanya di Bahama, Gateway Christian Academy, dalam bentuk beasiswa.

“Saya datang ke Amerika untuk bermain basket, karena tahu saya harus menafkahi keluarga dan sebagainya. Itu sangat membantu saya dan diri saya saat ini. Bekerjalah lebih keras daripada orang lain,” ujar Edgecombe kepada SLAM Magazine pada Mei 2024, dilansir dari CNBC Make It.

“Saya tidak ingin berada di (persentase) yang tidak berhasil. Saya ingin berada di bagian yang berhasil dan menetapkan standar tinggi serta membuka jalan bagi semua anak muda di belakang saya,” ujarnya.

 

Kehebatan Berasal dari Karakter

VJ Edgecombe dari Philadelphia 76ers menjawab pertanyaan dari media dalam konferensi pers NBA Jumat, 27 Juni 2025, di Camden, New Jersey. (Foto AP/Chris Szagola) 

Perjuangan kerap kali membentuk ketahanan sebuah pandangan yang diyakini oleh sejumlah tokoh sukses, mulai dari maestro real estate Barbara Corcoran hingga CEO Nvidia, Jensen Huang.

“Kehebatan bukanlah kecerdasan. Kehebatan berasal dari karakter. Dan karakter tidak terbentuk dari orang-orang pintar, melainkan dari orang-orang yang telah menderita,” ujar Huang di Stanford Institute for Economic Policy Research pada Maret 2024. “Sayangnya, ketahanan berperan penting dalam kesuksesan.”

Bagi Edgecombe, melihat ibunya berjuang keras menafkahi dirinya dan tiga saudara kandungnya menjadi sumber inspirasi untuk memberikan yang terbaik di dunia basket, ungkapnya dalam wawancara pascadraft, dilansir dari CNBC Make It, Rabu (9 Juli 2025).

“Saya akan ke sana saja. Apa pun yang diminta pelatih, akan saya lakukan,” katanya. ”(Berhasil keluar dari Bahama) saja sudah sangat berarti,” tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya