Tak Hanya Turunkan Berat Badan, Diet ala Jepang Disebut Bisa Membantu Lawan Depresi

Ada berbagai cara buat mengatasi depresi, dan ternyata salah satunya dengan menjalani diet. Hal ini mulai banyak dilakukan di Jepang.

oleh HenryDiterbitkan 14 Juli 2025, 04:02 WIB
Sup Miso praktis, mudah dibuat sendiri di rumah. (Dok: Cookpad https://cookpad.com/id/resep/16473124-miso-soup?ref=search&search_term=sup Liputan6.com dyahpamela)

Liputan6.com, Jakarta - Masalah depresi dan stres kerap dialami orang yang tinggal di kota besar. Ada berbagai cara buat mengatasi depresi, dan ternyata salah satunya dengan menjalani diet. Hal ini mulai banyak dilakukan di Jepang.

Bagi beberapa orang. diet tak hanya untuk menurunkan berat badan tapi juga bisa mengurangi rasa depresi. Tingkat gejala depresi lebih rendah di kalangan orang usia produktif yang mengonsumsi makanan ala Jepang seperti nasi, sup miso, dan ikan, menurut sebuah studi pertama yang dilakukan baru-baru ini.

Dilansir dari Kyodo News, Rabu, 9 Juli 2025, Japan Institute for Health Security menilai manfaat diet tradisional "ala Jepang" yang terdiri atas produk kedelai, sayuran matang, jamur, ikan, rumput laut, dan teh hijau, serta versi modifikasi yang menambahkan buah, sayuran segar, dan produk susu.

Lembaga tersebut menyatakan bahwa meskipun masih sedikit penelitian tentang dampak diet Jepang terhadap kesehatan mental, penilaian serupa terhadap diet Mediterania — yang terdiri atas sayuran, biji-bijian utuh, minyak zaitun, dan ikan — dan kaitannya dengan depresi sudah dilakukan sebelumnya.

 

Kesehatan Masyarakat di Tempat Kerja

Ilustrasi orang kena depresi dan ganguan kecemasan. (Foto: Unsplash/Anthony Tran)

"Diperlukan penelitian lebih lanjut, tetapi kami berharap bukti yang ditunjukkan di kalangan orang Jepang dapat digunakan untuk langkah-langkah kesehatan masyarakat di tempat kerja dan bidang terkait pencegahan depresi," tulis lembaga itu dalam siaran pers mereka.

Studi yang dilakukan berdasarkan laporan mandiri ini melibatkan 12.499 karyawan dari lima perusahaan, di mana 88 persen di antaranya adalah pria dengan usia rata-rata 42,5 tahun. Sebanyak 30,9 persen dari kelompok tersebut menunjukkan gejala depresi, namun mereka yang mengikuti diet khas Jepang cenderung lebih kecil kemungkinan mengalaminya.

Para peneliti berupaya mengisolasi faktor potensial lain yang bisa memengaruhi hasil. Lembaga tersebut menyatakan bahwa beberapa makanan dalam diet ini mungkin terkait dengan peningkatan kesejahteraan mental.R umput laut, produk kedelai, dan asam folat dalam sayuran membantu melepaskan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, sedangkan makanan berlemak kaya omega-3 memiliki efek anti-inflamasi.

Diet Okinawa di Jepang

Ilustrasi makanan yang mengandung protein hewani/copyright freepik.com/freepik

Di Jepang juga dikenal Diet Okinawa. Jika Anda pernah mendengar tentang Blue Zones—daerah di dunia yang penduduknya hidup lebih lama dan lebih sehat—maka Okinawa, Jepang, adalah salah satu contohnya. .

Di kepulauan ini, hidup hingga usia 100 tahun bukan hal langka. Apa rahasianya? Salah satunya terletak pada pola makan mereka yang dikenal sebagai Diet Okinawa.

Menariknya, meskipun terlihat sederhana, pola makan masyarakat Okinawa justru dianggap lebih sehat dari banyak diet populer saat ini. Bahkan, penelitian yang dilakukan oleh National Geographic dan National Institute on Aging telah mengidentifikasi diet Okinawa sebagai salah satu faktor utama yang mendukung umur panjang penduduknya.

Diet Okinawa adalah pola makan tradisional yang berfokus pada konsumsi makanan nabati alami dan rendah kalori.  "Diet tradisional Okinawa sangat kaya akan hasil bumi, sehingga juga kaya fitonutrien dan antioksidan, yang kemungkinan besar menjadi alasan manfaat kesehatan dan khasiat anti-penuaannya," ujar Stefani Sassos, MS, RDN, ahli gizi dari Good Housekeeping Institute, melansir kanal Health Liputan6.com. 

Bahan Makanan Diet Okinawa

Kenali dan hindari beberapa makanan ultra olahan yang terlihat sehat, padahal bisa jadi menggagalkan diet kamu. (Foto dok: Freepik/bearfotos).

Berbeda dengan pola makan tinggi daging, makanan olahan, dan gula tambahan yang umum di banyak negara maju, diet Okinawa justru membatasi konsumsi bahan-bahan tersebut. Termasuk di antaranya lemak jenuh, produk susu penuh lemak, garam berlebihan, dan biji-bijian olahan.

Meski tidak sepenuhnya vegan, diet ini sangat menekankan konsumsi sayur-mayur dan makanan berbasis tumbuhan. "Fokus pada pola makan nabati merupakan tema umum di antara diet Blue Zone," tambah Sassos, dilansir Good Housekeeping.

Bahan makanan utama dalam diet ini sebagian besar berasal dari tanaman dan laut. Misalnya:

• Sayuran akar seperti ubi jalar ungu dan oranye, wortel, labu, serta lobak.

• Sayuran laut seperti rumput laut dan kelp.

• Makanan berbasis kedelai seperti tahu, miso, natto, dan edamame.

• Jamur, pepaya, pare, dan kubis.

• Biji-bijian seperti millet, gandum, beras, dan mi.

• Ikan dan makanan laut dalam jumlah sedang, serta sedikit daging babi.

Pola makan ini hampir tidak mencakup daging sapi, telur, keju, susu, dan karbohidrat olahan seperti roti putih atau makanan manis.

 

Infografis Macam-Macam Diet. (Dok: Liputan6.com/Trisyani)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya