Banjir Belum Surut, Dua RT di Kapuk Muara Masih Terendam hingga Rabu Pagi

Meski masih tergenang, kondisi banjir di Kapuk Muara sudah mengalami penurunan. Pada Selasa pagi (8/7), tinggi air sempat mencapai 65 cm. Sementara itu, genangan yang sebelumnya terjadi di satu RT di Kelurahan Pluit dilaporkan telah surut sepenuhnya.

oleh Nila Chrisna YulikaDiperbarui 09 Juli 2025, 13:57 WIB
Gambar udara suasana banjir rob di kawasan Muara Angke, Jakarta, Senin (16/12/2024). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta- Genangan air akibat banjir masih merendam dua Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, hingga Rabu pagi (9/7/2025). Hal ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, yang terus memantau kondisi banjir di wilayah ibu kota.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengungkapkan bahwa ketinggian air di dua RT tersebut tercatat masih berada di kisaran 25–30 sentimeter (cm) per pukul 04.00 WIB.

“Hingga Rabu pagi, genangan air masih terjadi di dua RT di Kapuk Muara. Kondisi ini masih dalam pemantauan intensif tim di lapangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (9/7/2025), seperti dikutip dari Antara.

Meski masih tergenang, kondisi banjir di Kapuk Muara sudah mengalami penurunan. Pada Selasa pagi (8/7), tinggi air sempat mencapai 65 cm. Sementara itu, genangan yang sebelumnya terjadi di satu RT di Kelurahan Pluit dilaporkan telah surut sepenuhnya.

Penyebab Banjir: Rob dan Curah Hujan Tinggi

BPBD DKI menyebutkan, banjir yang terjadi di kawasan pesisir Jakarta Utara dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan fenomena banjir rob.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang berlaku selama periode 4 hingga 13 Juli 2025. Fenomena ini terjadi akibat pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Baru dan Perigee, sehingga memicu kenaikan air laut di pesisir utara Jakarta.

“Pintu Air Pasar Ikan pada Senin (7/7) pukul 14.00 WIB sudah berada di status Siaga 2,” ungkap Isnawa.

 

Status Siaga Meningkat di Sejumlah Pos Pantau

Seiring meningkatnya curah hujan dan rob, sejumlah pos pantau dan pintu air mencatat peningkatan status siaga:

  • Pos Pantau Angke Hulu naik dari Siaga 3 menjadi Siaga 1 (Bahaya) pada Senin malam.
  • Pos Pantau Sunter Hulu naik menjadi Siaga 2.
  • Bendung Katulampa, Pintu Air Manggarai, dan Pintu Air Karet juga mengalami peningkatan status siaga yang memicu genangan di beberapa titik ibu kota.

Untuk menanggulangi kondisi ini, BPBD DKI Jakarta menggerakkan personel di lapangan guna memantau dan menangani genangan yang masih tersisa. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk mempercepat penyedotan air dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

“Kami juga bekerja sama dengan lurah dan camat untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi,” kata Isnawa.

Ia menambahkan, seluruh upaya difokuskan agar genangan bisa segera surut dalam waktu singkat.

Infografis Habis Hujan Deras Terbitlah Banjir Jakarta (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya