Liputan6.com, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Erwan Setiawan menyebutkan masih banyak persoalan sosial yang terjadi seperti intoleransi, dekadensi moral, hingga maraknya fenomena LGBT. Menurut Erwan perkembangan perilaku menyimpang yang dinilai dapat mengancam masa depan generasi muda di Provinsi Jabar dianggap sangat memprihatinkan.
"Mari kita bersama-sama memerangi penyimpangan moral, termasuk LGBT, yang semakin mengkhawatirkan di Jawa Barat. Saya akan segera berkoordinasi dengan Forkopimda dan menggandeng organisasi masyarakat untuk menyikapi hal ini,” ujar Erwan saat menghadiri Inaugurasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Barat Tahun 2025, di Gedung Budaya Sabilulungan, Kabupaten Bandung akhir pekan lalu ditulis Senin (7/7/2025).
Advertisement
Erwan menyebutkan pentingnya peran gerakan pemuda sebagai perekat ukhuwah (perekat) serta penjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan ditengah seluruh persoalan sosial yang terjadi saat ini. Organisasi kepemudaan seperti GP Ansor ucap Erwan, dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui penyampaian aspirasi, kritik konstruktif, hingga aksi nyata di tengah masyarakat.
"Pemuda harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan beragama, membangun bangsa, dan memperkuat karakter generasi penerus. Pemerintah butuh mitra yang tulus dan kritis. Mari bersama bangun desa, tangani bencana, jaga lingkungan, dan perkuat ekonomi umat serta karakter kebangsaan," ajak Erwan.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Subhan Fahmi menyampaikan sejumlah isu yang menjadi perhatian pihaknya, mulai dari tingginya angka pengangguran dan kemiskinan, akses masyarakat terhadap layanan dasar, hingga persoalan lingkungan. "Gerakan kepemudaan di Jawa Barat terus memperkuat konsolidasi dan kaderisasi, sebagai nafas dari perjuangan organisasi. Kami optimistis hasil musyawarah kerja dapat direalisasikan secara konkret," kata Fahmi.
Pengertian Masalah Sosial
Dikutip dari Liputan6.com, masalah sosial adalah kondisi, situasi, atau permasalahan dalam masyarakat yang dianggap tidak memadai, atau tidak memuaskan dan seringkali melibatkan konflik, ketidaksetujuan, atau ketidakpuasan di antara anggota masyarakat.
Mengutip jurnal berjudul Masalah Sosial dan Wirausaha Sosial dipublikasikan di Social Word Jurnal Volume: 7 Nomor: 1 Halaman: 1 - 129 dijelaskan bahwa masalah sosial merupakan fenomena yang selalu ada pada setiap masyarakat di belahan bumi manapun.
Selama masyarakat terus mengalami proses perubahan, maka masalah sosial akan terus muncul tanpa bisa dihindari serta sekaligus akan terus mempengaruhi dimensi kehidupan setiap orang. Contoh masalah sosial sendiri bisa mencakup kemiskinan, pengangguran, perubahan iklim, isu pengungsi, ketidaksetaraan gender, kekerasan dalam rumah tangga, masalah kesejahteraan hewan, diskriminasi rasial, dan banyak masalah lainnya yang memengaruhi masyarakat secara negatif.
Contoh masalah sosial dapat terkait dengan ketidaksetaraan dalam akses terhadap sumber daya, peluang, hak, atau perlakuan. Ini mencakup ketidaksetaraan ekonomi, pendidikan, akses terhadap perawatan kesehatan, dan lain sebagainya. Contoh masalah sosial juga sering kali menciptakan ketegangan atau konflik dalam masyarakat. Ini bisa melibatkan protes, perlawanan, demonstrasi, atau bahkan bentuk-bentuk ketegangan sosial yang lebih serius.
Sementara dikutip dari buku Sosiologi untuk SMA dan MA Kelas X KTSP Standar Isi 2006 sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antarindividu, antara individu dengan kelompok atau antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
Soerjono Soekanto mengatakan bahwa masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Perlu adanya tindakan atau solusi untuk mengatasinya, dengan cara perubahan dalam kebijakan pemerintah, legislasi baru, kampanye kesadaran masyarakat, atau tindakan nyata untuk memperbaiki situasi.
Faktor Penyebab Masalah Sosial
1. Ketidaksetaraan ekonomi yang signifikan antara kelompok-kelompok sosial, dapat menciptakan ketidakpuasan yang mendalam dalam masyarakat. Ketidaksetaraan ini bisa menjadi hasil dari pajak yang tidak adil, ketidaksetaraan dalam peluang ekonomi, atau pengusaha besar yang mendominasi sektor-sektor ekonomi.
2. Diskriminasi berdasarkan ras, etnisitas, jenis kelamin, agama, atau faktor lainnya adalah faktor penyebab masalah sosial yang serius. Ketika individu atau kelompok merasa dicurigai, ditekan, atau tidak diakui hak-haknya karena karakteristik pribadi mereka, ini bisa menciptakan ketidaksetaraan yang berkelanjutan dan ketidakpuasan masyarakat.
3. Ketidaksetaraan dalam akses terhadap pendidikan berkualitas, adalah masalah utama dalam banyak masyarakat. Jika beberapa kelompok tidak memiliki kesempatan yang sama untuk pendidikan yang bermutu, maka ini akan menciptakan ketidaksetaraan dalam hal peluang dan mobilitas sosial.
4. Krisis ekonomi seperti resesi, dapat menyebabkan pengangguran dan penurunan tingkat kesejahteraan. Jika banyak orang kehilangan pekerjaan atau kesempatan ekonomi, ini bisa menciptakan ketidakpuasan sosial dan bahkan ketegangan sosial yang lebih besar.
5. Kurangnya akses terhadap perawatan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, dapat mengakibatkan dampak kesehatan yang merugikan pada sebagian besar masyarakat. Ketidaksetaraan dalam akses untuk perawatan kesehatan, bisa menjadi faktor penyebab masalah sosial seperti tingginya tingkat penyakit, tekanan pada sistem kesehatan, dan penurunan kualitas hidup.
6. Perubahan dalam struktur sosial dan ekonomi yang terlalu cepat, seperti urbanisasi yang pesat, dapat menciptakan ketidakstabilan sosial. Masyarakat yang mengalami perubahan cepat seringkali menghadapi dislokasi ekonomi dan sosial, yang dapat memunculkan masalah seperti pengangguran, ketidaksetaraan, atau ketidakstabilan ekonomi.
7. Konflik politik dan sosial, baik dalam bentuk demonstrasi besar-besaran atau konflik bersenjata, dapat menciptakan masalah sosial yang melibatkan pengungsi, korban, dan ketidakamanan sosial.
8. Krisis lingkungan seperti perubahan iklim, deforestasi, dan kelangkaan sumber daya alam dapat menciptakan masalah ekologis yang memengaruhi masyarakat.