Gonzalo Garcia, Lebih dari Sekadar Pewaris Peran Joselu di Real Madrid

Nama Gonzalo Garcia mulai menggema di telinga para penggemar Real Madrid

oleh Asad ArifinDiperbarui 08 Juli 2025, 17:15 WIB
Fokus menyerang, lini pertahanan Salzburg membuat kesalahan fatal pada menit ke-84 yang berhasil dimanfaatkan Gonzalo Garcia untuk mencetak gol ketiga dan memastikan kemenangan Los Blancos. (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Nama Gonzalo Garcia mulai menggema di telinga para penggemar Real Madrid. Penyerang muda berusia 21 tahun itu tampil menawan di Piala Dunia Antarklub 2025, bahkan dapat sorotan lebih besar daripada Vinicius dan Rodrygo.

Performa apik Gonzalo Garcia langsung mengundang banyak perbandingan dengan sosok Joselu, striker veteran yang sempat menjalani musim impresif bersama Los Blancos pada 2023/2024.

Empat gol dan satu assist menjadi bukti konkret kontribusi Gonzalo dalam turnamen bergengsi ini. Pemain jebolan akademi Real Madrid itu memimpin daftar top skor bersama Angel Di Maria, Serhou Guirassy, dan Marcos Leonardo.

Namun, Gonzalo tak hanya sekadar mencuri perhatian, tapi juga menjawab kebutuhan Xabi Alonso di lini depan Real Madrid: sosok penyerang klasik yang efektif di kotak penalti, sebuah peran yang musim lalu begitu melekat pada Joselu.


Pewaris Tipikal Joselu

Real Madrid sukses menyingkirkan Bayern Munchen pada leg kedua semifinal Liga Champions 2023/2024 berkat kemenangan 2-1 di Santiago bernabeu Stadium, Madrid, Kamis (9/5/2024) dini hari WIB. Kemenangan dramatis yang mengantarkan tim besutan Carlo Ancelotti melaju ke final untuk menantang Borussia Dortmund ini diraih setelah sempat tertinggal lebih dahulu melalui gol Alphonso Davies pada menit ke-68. Dua gol kemenangan Real Madrid dicetak lewat pemain pengganti, Joselu pada menit ke-88 dan saat injury time memasuki menit pertama. Secara agregat, Real Madrid unggul 4-3 setelah pada laga leg pertama bermain imbang 2-2 di markas Bayern Munchen. (AP Photo/Jose Breton)

Joselu bukanlah pemain utama di skuad Real Madrid musim lalu. Namun, perannya sangat vital. Ia mencetak 10 gol di La Liga dan lima gol di Liga Champions, termasuk gol-gol krusial yang datang dari situasi sempit.

Bukan hanya gol, Joselu menawarkan dimensi berbeda, seorang striker dengan kekuatan fisik, keunggulan duel udara, serta insting gol di ruang sempit yang tidak dimiliki oleh penyerang-penyerang seperti Vinicius Junior atau Rodrygo.

Kini, dengan Joselu kembali ke Espanyol, Xabi Alonso butuh penerus. Dan nama Gonzalo Garcia mulai mengisi kekosongan tersebut.

“Ya, mungkin saja,” jawab Gonzalo ketika ditanya DAZN soal kemungkinan dirinya mengambil alih peran Joselu. “Saya juga bisa memiliki peran itu sebagai finisher di kotak penalti. Namun, bukan berarti saya ingin mendefinisikan diri saya hanya sebagai itu. Saya juga bisa berkontribusi lebih banyak kepada tim dalam situasi lain.”


Dampak Tak Terduga Gonzalo Garcia

Gonzalo Garcia (Real Madrid) merayakan gol dalam laga babak 16 besar Piala Dunia Antarklub antara Real Madrid dan Juventus di Miami Gardens, 1 Juli 2025. (AP Photo/Rebecca Blackwell)

Menariknya, Gonzalo awalnya tidak direncanakan menjadi pilihan utama di Piala Dunia Antarklub. Ia hanya disiapkan sebagai pelapis Kylian Mbappe, terutama jika sang bintang Prancis mengalami cedera atau kelelahan.

Namun situasi berkata lain: kesempatan datang, dan Gonzalo menjawabnya dengan maksimal. Secara khusus, dia punya telah membangun koneksi spesial dengan Arda Guler dan terbukti lewat gol ke gawang Dortmund.

Lanjut Baca:

“Apa yang saya lakukan ini sungguh tidak terpikirkan. Arda memberi saya umpan sempurna, seperti yang dilakukan Trent tempo hari. Arda dan saya sudah membicarakannya. Saya hanya perlu memanfaatkannya," kata Gonzalo. Empat gol dalam satu turnamen bukan hal sepele, apalagi dicetak oleh pemain yang awalnya hanya diproyeksikan sebagai pelapis. Yang lebih menarik, dua dari golnya lahir dari skema umpan silang ke dalam kotak penalti, situasi di mana Joselu sangat identik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya