Strategi AIA Ciptakan Generasi Emas RI 2045, Apa Saja?

AIA Group Limited meluncurkan program AIA Healthiest Schools (AHS) sebagai komitmen untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 08 Juli 2025, 13:30 WIB
PT AIA FINANCIAL (AIA) pada kuartal I-2023 berhasil membukukan pendapatan Premi sebesar Rp2,5 triliun (unaudited)

Liputan6.com, Jakarta AIA Group Limited meluncurkan program AIA Healthiest Schools (AHS) sebagai komitmen untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Program ini bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang memperhatikan kesehatan fisik, mental, dan keberlanjutan lingkungan.

Sejak diperkenalkan, program ini telah menjangkau delapan negara di Asia Pasifik dan memberikan dampak positif bagi ribuan siswa dan guru.

Kompetisi menjadi inti dari AHS, di mana sekolah didorong untuk mengembangkan ide-ide inovatif seputar gizi, aktivitas fisik, kesehatan mental, hingga praktik keberlanjutan.

“Kesuksesan program ini adalah bukti nyata dari dedikasi luar biasa para guru, sekolah, orang tua, dan dukungan dari Kementerian Pendidikan di seluruh kawasan. Bersama-sama, kita sedang membentuk masa depan yang lebih sehat bagi generasi mendatang,” ujar Stuart A. Spencer, Group Chief Marketing Officer AIA, Senin (8/7/2025).

Indonesia Toreh Prestasi, Dua Sekolah Menang Kompetisi Internasional

Dalam AIA Healthiest Schools Competition tahun ajaran 2024/25, dua sekolah dari Indonesia berhasil meraih penghargaan. Kompetisi kali ini mencatat partisipasi tertinggi sejak pertama kali diselenggarakan.

Chief Marketing Officer AIA Indonesia, Kathryn Parapak, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai pencapaian ini lebih dari sekadar kemenangan.

“Pencapaian ini merupakan langkah penting menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Ini mencerminkan komitmen pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menanamkan gaya hidup sehat yang berdampak nyata hingga ke tingkat internasional,” ungkap Kathryn.

 

Inovasi Sekolah Indonesia

AIA luncurkan DigiBuy/dok. AIA

Salah satu pemenang berasal dari sekolah dasar di pulau terpencil Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dengan proyek “Ecolitera: The Trash Tells a Story”, para siswa dan guru mendaur ulang botol plastik, ban bekas, dan limbah rumah tangga menjadi furnitur, papan literasi, dan pupuk. Proyek ini berhasil meningkatkan literasi siswa hingga 70% sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan.

Sementara itu, SMP Negeri 43 Bandung meraih penghargaan atas inovasi digital. Sekolah ini mengembangkan aplikasi mobile untuk pelaporan bullying secara anonim, lengkap dengan akses ke dukungan emosional.

Aplikasi ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan inklusif.

 

Inspirasi dari Negara Lain, Visi Bersama Asia Pasifik

Selain dari Indonesia, beberapa sekolah di Asia juga menampilkan inovasi luar biasa. Di Thailand, Tessaban 1 Kittikachorn School menggunakan daun gugur sebagai bahan produk ramah lingkungan.

Di Sri Lanka, Jaffna Hindu College menciptakan sistem peminjaman sepeda untuk mendorong gaya hidup aktif.

Sementara itu, Happy Hollow National High School di Filipina mengintegrasikan pertanian organik dan edukasi gizi ke dalam kurikulum, menunjukkan bahwa pendidikan sehat bisa dimulai dari ruang kelas.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya