Komdigi Minta Tambahan Anggaran Rp12,6 Triliun ke DPR untuk Akses Internet di Papua

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta tambahan anggaran kepada Komisi I DPR RI sebesar Rp12,6 triliun.

oleh Delvira HutabaratDiperbarui 07 Juli 2025, 15:52 WIB
Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail. Credit: Humas Komdigi

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta tambahan anggaran kepada Komisi I DPR RI sebesar Rp12,6 triliun. Tambahan itu disebut untuk anggaran akses internet, dan juga maintenance Palapa Ring di 2026.

Usulan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Komdigi Ismail dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (7/7/2025).

"Untuk kebutuhan 2026 kami sudah mendapatkan masukan dari semua unit kerja kebutuhan Komdigi ada di angka Rp20,361 triliun. Sehingga dibutuhkan kekurangan anggaran Rp12,615 triliun," kata Ismail dalam rapat.

Ismail menyebut, penambahan anggaran untuk menjalankan visi strategis Komdigi yang terdiri dari 4 program prioritas nasional penguatan ideologi pertahanan keamanan, peningkatan infrastruktur berkualitas, reformasi birokrasi, dan pemberantasan korupsi.

"Penyediaan spektrum frekuensi tadi radio serta penyediaan operation and maintenance untuk Palapa Ring, BTS, dan akses internet terutama untuk wilayah Papua," katanya.

Peruntukan kedua, lanjutnya, yaitu pengembangan ekosistem dan ruang digital, ini untuk mendorong terciptanya ekonomi digital pemerintahan digital dan lingkungan digital yang aman produktif dan inovatif.

"Mencakup kegiatan besar. Antara lain pusat data nasional sistem pemerintahan berbasis elektronik atau SPBE pengembangan digitalisasi UMKM akselerasi start up digital, industri game, fasilitas pengembangan AI dan teknologi baru serta konvergensi penyiaran dan digitalisasi pos," kata dia.

Yang ketiga, kata dia, peruntukkan anggaran program komunikasi publik dan media, yang bertujuan mengelola krisis komunikasi publik, yang memperkuat kemitraan dan kemitraan strategis publik.

"Yang terakhir, program dukungan untuk manajemen, ini untuk memastikan tata kelola yang efektif dan kolaboratif," pungkasnya.

 

Komdigi Sediakan Akses Internet di Sekolah Rakyat, Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadhan, mewakili Menkomdigi Meutya Hafid saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Politeknik Kesejahteraan Sosial, Bandung, Sabtu 5 Juli 2025. (Foto: dokumentasi Komdigi)

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan ketersediaan akses internet untuk proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat.

Upaya ini merupakan wujud komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan yang setara dan terhubung secara digital sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadhan yang mewakili Menkomdigi Meutya Hafid saat melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat di Politeknik Kesejahteraan Sosial, Bandung, Sabtu  5 Juli 2025.

"Setiap titik Sekolah Rakyat akan mendapatkan layanan internet yang cukup sehingga dapat mendukung proses belajar mengajar secara digital," ujar Alfreno seperti dalam keterangan tertulis.

Menurut Alfreno, konektivitas digital merupakan solusi untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan bagi kelompok rentan.

"Kami ingin adik-adik di Poltekesos Bandung dan seluruh titik Sekolah Rakyat memiliki akses ke dunia digital untuk meraih masa depan yang cerah," tandasnya.

Penyediaan akses internet ini merupakan sinergi antara Komdigi dan Kementerian Sosial selaku penyelenggara Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

Alfreno mengatakan lulusan Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi generasi yang melek digital dan menjadi pemimpin Indonesia di masa mendatang.

Infografis Siap-Siap Komdigi Akan Batasi Usia Anak Bikin Akun Medsos. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya