Hamas Sebut Ada Konsensus Nasional Soal Usulan Gencatan Senjata di Gaza

Atas dasar apa Hamas menyebut ada konsensus nasional dari usualan gencatan senjata?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 06 Juli 2025, 19:35 WIB
Militan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) berparade di jalanan Kota Gaza, Selasa (8/6/2021). Kendati Hamas dan Israel gencatan senjata, masalah lebih dalam yang mengganggu konflik Israel-Palestina tidak pernah dibahas. (AP Photo/Felipe Dana)

Liputan6.com, Gaza - Hamas pada Sabtu (5/7) mengungkapkan ada "konsensus nasional" di Palestina soal respons kelompok perlawanan itu terhadap usulan terbaru gencatan senjata dan pertukaran tawanan di Jalur Gaza.

Sehari sebelumnya, mereka mengatakan telah menyampaikan tanggapan "positif" terhadap usulan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Israel di wilayah kantong Palestina itu.

"Kami telah melakukan komunikasi intensif dengan para pemimpin faksi-faksi Palestina untuk berkoordinasi dan berkonsultasi terkait respons kami atas dokumen kerangka kerja penghentian agresi di Gaza, termasuk mekanisme pelaksanaannya," kata Kepala Kantor Hubungan Nasional Hamas, Hussam Badran, dalam pernyataannya.

Dia mengatakan komunikasi itu menunjukkan adanya konsultasi yang serius antara Hamas dan faksi-faksi nasional dan Islam, dan menghasilkan "konsensus nasional yang mendukung posisi kekuatan perlawanan Palestina."

Dia menegaskan bahwa respons Hamas terhadap usulan gencatan senjata "disusun secara bulat dan dengan semangat positif," dikutip dari Antara News, Minggu (6/7/2025).

"Seluruh faksi Palestina telah menyambut baik respons terpadu ini," kata Badran.

Upaya tersebut, kata dia, merupakan bagian dari kepemimpinan Palestina yang bertanggung jawab, demi menjaga pencapaian rakyat dan memastikan sikap Palestina yang bersatu dalam menghentikan perang genosida terhadap penduduk di Jalur Gaza.

 

Kabinet Keamanan Israel

Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, pada Selasa (24/6/2025), sedikitnya ada 450 orang tewas dan hampir 3.500 lainnya terluka sejak GHF mulai mendistribusikan bantuan. (BASHAR TALEB/AFP)

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan kabinet keamanan Israel akan menggelar rapat pada Sabtu pukul 22.00 waktu setempat untuk membahas respons Hamas terhadap usulan gencatan senjata dan masa depan perang di Gaza.

Israel memperkirakan sekitar 50 sandera, termasuk 20 orang yang masih hidup, masih ditawan oleh Hamas di Gaza.

Sementara itu, lebih dari 10.400 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, dan banyak dari mereka mengalami penyiksaan, kelaparan, serta pengabaian medis yang menimbulkan kematian, menurut laporan organisasi HAM dan media di Palestina maupun Israel.

Meski masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata, Israel terus melanjutkan perang genosida mereka di Gaza. Sejak Oktober 2023, lebih dari 57.300 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas akibat serangan-serangan Israel.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di wilayah Palestina itu.

Infografis 4 Pesan Jokowi di KTT OKI Desak Gencatan Senjata Hamas-Israel. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya