Liputan6.com, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Dalam aksi korporasi itu, Perseroan akan menerbitkan 1,17 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 100.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (6/7/2025), seluruh saham baru dalam rangka private placement yang digelar PT Energi Mega Persada Tbk akan diambil bagian oleh PT Bakrie Capital Indonesia (BCI). BCI merupakan pihak terafiliasi Perseroan di mana Perseroan dan BCI sama-sama dikendalikan baik secara langsung dan tidak langsung oleh pihak yang sama oleh kelompok usaha Bakrie.
Advertisement
Selain itu, BCI juga merupakan pemegang saham Perseroan. Dengan demikian, pengambilbagian saham Perseroan oleh BCI dalam private placement adalah transaksi afiliasi.
Adapun harga pelaksanaan dalam private placement sebesar Rp 288 per saham. Dengan demikian, total dana yang diraih sebesar Rp 338,40 miliar.
"Private placement ini dilakukan oleh pemodal yang merupakan pihak terafiliasi dengan pertimbangan komitmen yang diperoleh dari BCI untuk melakukan penambahan modal ini memungkinkan Perseroan untuk segera memperoleh dana hasil pelaksanaan private placement, sehingga Perseroan dapat segera merealisasikan rencana bisnis sesuai penggunaan dana yang ditargetkan,”
Setelah pelaksanaan private placement, jumlah modal ditempatkan dan modal disetor penuh Perseroan akan meningkat menjadi 25.996.230.250 saham atau sebesar Rp 6,89 triliun.
Jadwal private placement:
- Penerbitan dan distribusi saham baru pada 11 Juli 2025
- Pencatatan saham baru di BEI pada 14 Juli 2025
- Pengumuman hasil pelaksanaan private placement pada 16 Juli 2025
Pada penutupan perdagangan Jumat, 4 Juli 2025, harga saham ENRG ditutup naik 1,2% ke posisi Rp 336 per saham. Saham ENRG dibuka stagnan di posisi Rp 332 per saham. Harga saham ENRG berada di level tertinggi Rp 344 dan terendah Rp 330 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.362 kali dengan volume perdagangan 1.056.762 saham. Nilai transaksi Rp 35,6 miliar.
Energi Mega Persada Kantongi Restu Pemegang Saham untuk Private Placement
Sebelumnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 26 Juni 2025.
"Agenda untuk melakukan PMTHMETD dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2.482.123.025 saham atau 10% dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor pada Perseroan dan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan perubahan struktur permodalan dalam rangka PMTHMETD telah disetujui oleh mayoritas pemegang saham,” demikian seperti dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (28/6/2025).
Adapun dana hasil private placement ini akan dipakai untuk mendanai keperluan belanja modal dan modal kerja blok minyak KKS Malacca Strait di Riau, Sumatera. di mana sebesar 70% akan dialokasikan untuk kegiatan pemboran. Kemudian 30% untuk modal kerja yang mencakup pembiayaan pengadaan barang dan jasa selain yang terkait langsung dengan kegiatan pemboran.
Kinerja 2024
Selain itu, kinerja keuangan Perseroan pada 2024 termasuk agenda yang disetujui dalam RUPS. Berdasarkan laporan keuangan periode 2024, EMP menunjukan kinerja 2024 yang semakin membaik dari 2023. Produksi minyak terus menunjukan pertumbuhan yang stabil.
Adapun harga jual minyak dan gas tetap konsisten masing-masing di atas USD 79 dan USD 6,5. Oleh karenanya, EMP berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih, EBITDA, dan laba bersih masing-masing sebesar 11%, 5%, dan 10% dari 2023 ke 2024. Secara keseluruhan Perusahaan membukukan penjualan bersih sebesar USD 467 juta, EBITDA sebesar USD 278 juta dan laba bersih sebesar USD 75 juta untuk periode yang berakhir 31 Desember 2024.
Selain mengembangkan bisnisnya secara organik melalui aset-asetnya saat ini, EMP juga melakukan beberapa akuisisi atas set-aset migas yang sudah berproduksi pada 2024. EMP mengakuisisi beberapa blok migas yang telah berproduksi seperti blok minyak Siak & Kampar di Riau, dan blok gas Sengkang di Sulawesi Selatan.