UEFA Jatuhkan Hukuman: Chelsea Pecahkan Rekor Nominal Denda, Barcelona Juga Kena Sanksi Berat

UEFA menjatuhkan denda besar kepada Chelsea dan Barcelona atas pelanggaran aturan finansial. Chelsea dikenai total denda 31 juta euro, rekor tertinggi untuk satu musim.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 05 Juli 2025, 01:36 WIB
Gelandang Chelsea asal Inggris bernomor punggung 20, Cole Palmer, merayakan gol kedua bagi timnya dalam pertandingan Liga Primer Inggris antara Tottenham Hotspur dan Chelsea di Stadion Tottenham Hotspur di London, pada 8 Desember 2024. (Ben STANSALL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta UEFA resmi menjatuhkan sanksi finansial besar kepada beberapa klub top Eropa atas pelanggaran aturan pengawasan keuangan. Chelsea menjadi yang paling berat dihukum dengan total denda 31 juta euro, tertinggi dalam sejarah kompetisi UEFA untuk satu musim.

Barcelona juga tak luput dari sanksi, dikenai denda 15 juta euro akibat kerugian berlebih dalam laporan keuangan tahun 2024. Kedua klub terancam denda tambahan jika gagal memenuhi target keuangan di musim-musim mendatang.

Aston Villa dan Lyon juga masuk daftar klub yang disanksi. Ini menjadi pengingat keras bagi klub-klub Eropa bahwa aturan keuangan UEFA kini ditegakkan secara ketat dan berkelanjutan.


Chelsea Pecahkan Rekor Denda UEFA

Pemain Chelsea merayakan gol yang dicetak Christopher Nkunku ke gawang Benfica pada laga 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025 di Bank of America Stadium, Minggu (29/6/2025) pagi WIB. (Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Chelsea dijatuhi dua jenis denda: 20 juta euro karena gagal mendekati titik impas, dan 11 juta euro akibat pengeluaran gaji dan transfer yang melebihi 80% dari total pendapatan.

Investigasi UEFA juga menyoroti penjualan dua hotel senilai 76,5 juta pounds antar anak perusahaan Chelsea di bawah naungan Blueco 22 Ltd, yang dimiliki Todd Boehly dan Clearlake Capital sejak 2022.

Dengan denda terbaru ini, Chelsea telah mengeluarkan total 41 juta euro sejak 2023 untuk menyelesaikan pelanggaran finansial, termasuk 10 juta euro karena ketidakwajaran laporan era Roman Abramovich.


Barcelona Kena Sanksi, UEFA Tuntut Stabilitas Finansial

Penyerang Barcelona asal Brasil, Raphinha (kiri depan) saat mengikuti sesi Latihan jelang pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions 2024/2025 melawan Inter Milan di stadion San Siro, Milan, 5 Mei 2025. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Barcelona dikenai denda 15 juta euro karena mencatatkan kerugian berlebihan menurut perhitungan kompleks UEFA, yang dirancang untuk memastikan stabilitas industri sepak bola Eropa.

Ini menjadi sanksi kedua bagi klub asal Catalunya, setelah sebelumnya pada 2023 mereka didenda 500.000 euro karena memanipulasi pendapatan dalam laporan keuangan.

Meski demikian, Barcelona tetap lolos ke Liga Champions musim depan, yang bisa memberi pemasukan puluhan juta euro, penting untuk membantu memenuhi target UEFA ke depan.


Aston Villa dan Lyon Juga Tak Luput dari Hukuman

Pemain depan Lyon asal Prancis bernomor punggung 10, Alexandre Lacazette, merayakan golnya bersama rekan satu timnya selama pertandingan Liga Prancis antara Olympique Lyonnais (OL) dan AS Saint-Etienne di Parc Olympique Lyonnais di Decines-Charpieu, Prancis bagian tengah-timur, pada tanggal 10 November 2024. (OLIVIER CHASSIGNOLE/AFP)

Aston Villa, yang bermain di UEFA Conference League musim lalu, didenda 11 juta euro karena pengeluaran berlebih. Musim ini mereka akan tampil di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade.

Sementara itu, Lyon klub Prancis yang tengah bermasalah secara keuangan, dikenai denda 12,5 juta euro, dan bisa terkena hukuman tambahan jika tak mencapai target penghematan.

Klub milik John Textor itu bahkan sudah dijatuhi hukuman degradasi ke Ligue 2 karena masalah finansial. Mereka kini harus segera mengumpulkan uang jika ingin kembali naik ke Ligue 1 dan bermain di Eropa musim depan.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya