Kronologi Kecelakaan Diogo Jota: Masalah Paru-Paru, Perjalanan Darat, dan Nasib Tragis

Fisioterapis Diogo Jota ungkap sang pemain alami paru-paru kolaps sebelum meninggal dalam kecelakaan tragis di Spanyol bersama adiknya Andre Silva.

oleh Richard Andreas LuturmasDiperbarui 05 Juli 2025, 01:12 WIB
Pemain Liverpool asal Portugal #20, Diogo Jota, merayakan gol ketiga timnya selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Liverpool di Craven Cottage di London pada 21 April 2024. Striker Liverpool Diogo Jota meninggal bersama saudaranya pada 3 Juli 2025 dini hari dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di barat laut Spanyol, kata Garda Sipil Spanyol. (BENJAMIN CREMEL/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Dunia sepak bola kembali berduka. Diogo Jota, penyerang Liverpool dan timnas Portugal, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol bersama adiknya, Andre Silva.

Kabar tersebut muncul lebih dari 24 jam lalu dan langsung mengguncang komunitas sepak bola internasional. Jota, yang baru saja menikah dan memiliki tiga anak, wafat di usia 28 tahun.

Kronologi lengkap peristiwa ini mulai terungkap, termasuk kondisi medis Jota yang menjadi alasan ia tidak terbang ke Inggris dan memilih menempuh perjalanan darat.


Perjalanan Darat Karena Paru-Paru Kolaps

Pemain depan Liverpool asal Portugal, Diogo Jota melakukan selebrasi setelah mencetak gol saat pertandingan putaran ketiga Piala Liga Inggris melawan West Ham United di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris pada 25 September 2024. (Paul ELLIS/AFP)

Fisioterapis Jota, Miguel Goncalves mengungkap bahwa Jota baru saja menjalani perawatan pasca operasi dan mengalami sebagian paru-paru kolaps.

"Bagian dasar paru-paru kanannya sempat kolaps sedikit, tapi setelah fisioterapi pasca-operasi dia hampir pulih total," ujar Goncalves kepada Record.

"Ia sudah tak lagi merasakan sakit saat saya meninggalkannya kemarin, dan ia berencana kembali ke Liverpool. Ia antusias, percaya diri dengan pemulihannya, dan bersemangat menyambut musim depan."


Kronologi Kecelakaan dan Penjelasan Resmi

Penyerang Liverpool,Diogo Jota (tengah) diberi selamat oleh rekan setimnya Luis Diaz dan Jordan Henderson setelah mencetak gol ke gawang Arsenal pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium, London, Kamis (17/3/2022). Liverpool menang atas Arsenal 2-0. (AP Photo/Ian Walton)

Jota dan Andre dalam perjalanan menuju pelabuhan di Spanyol untuk menyeberang ke Inggris menggunakan feri, setelah dokter menyarankan ia tidak naik pesawat.

Saat melintas di jalan tol A-52 pada Kamis dini hari, ban mobil Lamborghini yang mereka tumpangi pecah saat menyalip. Mobil kehilangan kendali, keluar jalur, lalu terbakar.

Tim penyelamat tidak berhasil menyelamatkan nyawa keduanya. Upacara pemakaman kini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.


Bantahan Isu Pesta dan Profesionalisme Jota

Klub yang bermarkas di Anfield itu menyampaikan rasa duka yang mendalam atas tragedi yang menimpa Diogo Jota dan saudaranya. (Paul BARKER/AFP)

Goncalves juga membantah rumor yang beredar di media dan internet soal dugaan Jota dan Andre baru saja berpesta.

"Saya membaca beberapa hal yang sangat disayangkan di internet, bahkan di media. Untuk memperjelas, Diogo dan Andre sama sekali tidak berpesta, mereka tidak melakukan hal yang salah," tegasnya.

"Mereka memilih bepergian malam karena suhu lebih sejuk, tapi tidak langsung ke tujuan. Ia bilang perjalanan akan memakan waktu delapan jam dan mereka akan menginap dulu di hotel dekat Burgos."


Karier Gemilang dan Penghormatan di Anfield

Para fans Liverpool memberikan penghormatan kepada Diogo Jota di luar stadion Liverpool, Anfield, (AP Photo/Ian Hodgson)

Jota dikenal luas karena kontribusinya di Liverpool, mencetak 65 gol dalam 182 laga dan mempersembahkan empat trofi. Ia juga pernah membela Gondomar, Pacos de Ferreira, Atletico Madrid, Porto, dan Wolverhampton.

Ia baru saja menikah dengan Rute Cardoso, meninggalkan istri dan tiga anak. Jota terakhir kali membela Portugal dalam kemenangan atas Spanyol di UEFA Nations League.

Suporter Liverpool kini dapat menandatangani buku belasungkawa, baik secara fisik di Stand Anfield Road maupun secara digital, sebagai penghormatan terakhir untuk sang penyerang.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya