Pramono Pastikan Jakarta Muharram Festival 2025 Tak Dibatalkan, tapi Dialihkan

Jakarta Muharram Festival 2025 sedianya akan digelar dengan pawai obor di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin pada Sabtu 5 Juli malam. Namun dengan pertimbangkan kepadatan dan kemacetan, festival akan digelar di wilayah administrasi masing-masing.

oleh Nafiysul QodarDiperbarui 04 Juli 2025, 23:04 WIB
Umat muslim mengikuti pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1441 H pada acara Jakarta Muharram Festival di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (31/8/2019). Pawai yang diikuti 4000 peserta dimulai dari Jalan Merdeka Barat, Silang Monas, menuju Bundaran HI. (merdeka.com/Imam Bukhori)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa perayaan Jakarta Muharram Festival 2025 tidak dibatalkan, melainkan hanya dialihkan pelaksanaannya ke masing-masing wilayah kota administrasi.

Pramono mengatakan, keputusan ini diambil agar tidak menimbulkan penutupan jalan protokol Sudirman-Thamrin yang bisa berdampak pada kemacetan lalu lintas Ibu Kota.

Festival Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 H ini sedianya akan digelar pada Sabtu malam, 5 Juli 2025 di Jalan Sudirman-MH Thamrin.

“Jadi bukan dibatalkan. Kegiatan besok ini kan kebetulan di Jakarta berbagai kegiatan bersamaan," kata Pram di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Pemerintah Provinsi Jakarta, kata dia, tidak mau ada penutupan Jalan MH Thamrin dan Sudirman. "Maka acara 1 Muharam tetap diadakan di masing-masing kota dan kabupaten," katanya, seperti dikutip dari Antara.

Semula, Festival 1 Muharram ini direncanakan digelar dengan rute pawai obor melintasi kawasan Sudirman-Thamrin. Namun, rencana penutupan jalan protokol tersebut dinilai berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat.

"Awalnya kan mau menutup Sudirman-Thamrin. Begitu menutup Sudirman-Thamrin ini kan pasti jadi polemik nanti. Yang disalahkan gubernurnya lagi," kata Pramono Anung.

 

Berharap Masyarakat Tetap Antusias

Warga membawa obor saat pawai Tahun Baru Islam 1440 H di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (10/9). Pawai obor yang diiringi musik bernuansa Islam merupakan tradisi umat muslim di Indonesia menyambut Tahun Baru 1 Muharram. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Meski formatnya berubah, Pramono memastikan, semarak perayaan Tahun Baru Islam tetap akan terasa di setiap wilayah Jakarta.

Pramono berharap masyarakat tetap antusias mengikuti kegiatan di lingkungan masing-masing tanpa harus terganggu oleh kemacetan akibat penutupan jalan.

"Seperti tahun lalu, acaranya diadakan di kota maupun di kabupaten masing-masing. Jadi tetap jalan," kata politikus PDIP ini memungkasi.

Sebelumnya, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim mengatakan panggung yang telah disiapkan di Bundaran HI tidak akan dibongkar meski "Jakarta Muharram Festival 2025" batal digelar.

Chico mengatakan, sebelumnya panggung itu memang direncanakan untuk dua acara, yakni "Jakarta Muharram Festival 2025" dan "Jakarta Dalam Warna".

"Iya nggak dibongkar (panggungnya). Tadinya kalau jadi ada acara Jakarta Muharram itu, mau satu panggung. Sekalian," kata Chico.

  

Alasan Festival Muharram Batal Dipusatkan di Sudirman-Thamrin

Umat muslim mengikuti pawai obor menyambut Tahun Baru Islam 1441 H pada acara Jakarta Muharram Festival di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Sabtu (31/8/2019). Pawai yang diikuti 4000 peserta dengan obor elektrik dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara. (merdeka.com/Imam Bukhori)

Chico menjelaskan, batalnya acara pawai obor dalam rangka "Jakarta Muharram Festival 2025" yang semula akan diadakan di kawasan Jalan MH Thamrin dan Sudirman, pada Sabtu (5/7/2025) malam, karena mempertimbangkan banyak hal.

Salah satunya adalah pertimbangan arus lalu lintas hingga kegiatan masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Sehingga acara tersebut dibatalkan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.  

“Mungkin waktu sosialisasinya kurang panjang. Kita harapkan 'Jakarta Muharram Festival, ini bisa diselenggarakan di komunitas masyarakat. Artinya di lingkungan masing-masing,” kata dia.

Chico menjelaskan, meski Pemprov Jakarta batal menggelar acara "Jakarta Muharram Festival 2025", namun Pemprov mendorong pelaksanaan peringatan di tingkat komunitas bersama instansi kewilayahan Jakarta.

Infografis Mimpi Jakarta Bebas Tawuran. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya