Jalan A-52 yang Dilalui Diogo Jota Saat Kecelakaan Disebut Salah Satu yang Terburuk di Spanyol

Kejadian nahas ini terjadi di jalan A-52, yang belakangan diketahui memiliki reputasi buruk sebagai salah satu jalur paling berbahaya di Negeri Matador.

oleh Asad ArifinDiperbarui 04 Juli 2025, 10:59 WIB
Beberapa meter dari pagar besi itu terdapat tanda bekas kebakaran. Selain pohon-pohon di pinggir jalan terlihat gosong, terdapat pula sisa-sisa kebakaran dari kendaraan yang dikendarai Jota. (Cesar Manso/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Diogo Jota meninggal pada kecelakaan mobil tragis di Spanyol, bersama adiknya yang juga pemain sepak bola, Andre Silva. Kejadian nahas ini terjadi di jalan A-52, yang belakangan diketahui memiliki reputasi buruk sebagai salah satu jalur paling berbahaya di Negeri Matador.

Jota, 28 tahun, tengah menikmati masa libur usai musim kompetisi yang melelahkan. Namun, liburan musim panasnya berubah menjadi tragedi ketika mobil Lamborghini yang ditumpanginya keluar jalur dan mengalami kecelakaan fatal di wilayah Cernadilla, Zamora, dekat perbatasan Portugal.

Laporan resmi dari layanan darurat menyebutkan bahwa mobil Jota mengalami pecah ban saat menyalip kendaraan lain. Kecelakaan itu begitu parah hingga petugas medis yang datang ke lokasi langsung mengonfirmasi kematian dua orang di tempat kejadian.

“Dari sana, Unit Gawat Darurat Medis (UME) dan Staf Medis Perawatan Primer (MAP) dari Pusat Kesehatan Mombuey dikirim, yang mengonfirmasi kematian dua orang di tempat kejadian," bunyi pernyataan dari otoritas medis setempat.


A-52: Jalan Berliku dengan Reputasi Buruk

Beberapa di antaranya berserakan dalam potongan-potongan kecil. (Cesar Manso/AFP)

Tragedi ini menyorot kembali kondisi jalan A-52, yang menurut laporan La Opinion de Zamora via Mail Online, sudah lama mendapat cap sebagai salah satu jalan paling berbahaya di Spanyol.

Jalur ini memang dikenal memiliki tikungan tajam, penerangan yang minim, serta sering dilintasi satwa liar, sebuah kombinasi mematikan yang telah memicu banyak kecelakaan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai catatan, pada tahun 2020 saja, tercatat hampir 15.000 pelanggaran ngebut di sepanjang A-52. Hal ini mencerminkan tingginya risiko di jalur tersebut, yang juga menjadi titik fokus kampanye keselamatan lalu lintas oleh pemerintah Spanyol beberapa tahun terakhir.

Organisasi Pengguna dan Konsumen Spanyol bahkan sempat melakukan survei yang hasilnya menyebut A-52 sebagai salah satu rute paling tidak aman di negara tersebut. Dari 1.259 responden, sebagian besar menyuarakan keprihatinan atas kondisi jalan yang buruk, minimnya pembatas keamanan, dan banyaknya proyek perbaikan jalan yang justru memperburuk arus lalu lintas.


Dilarang Terbang, Jota Memilih Jalur Darat

Berbagai media Spanyol menyebutkan bahwa penyerang Liverpool Diogo Jota meninggal dunia pada Kamis (3/7/2025) siang WIB. Tampak dalam foto, para penggemar memegang tulisan saat mereka memberikan penghormatan kepada penyerang Liverpool asal Portugal, Diogo Jota, menjelang pertandingan sepak bola UEFA Women's Euro 2025 Grup B antara Spanyol dan Portugal di stadion Wankdorf di Bern, Jerman pada 3 Juli 2025. (Miguel MEDINA/AFP)

Menurut laporan The Metro, Jota dan Andre Silva memilih melakukan perjalanan darat menuju pelabuhan Santander di utara Spanyol untuk menyeberang ke Inggris menggunakan feri.

Pilihan ini diambil berdasarkan rekomendasi medis, menyusul operasi paru-paru yang baru dijalani Jota beberapa waktu lalu. Dokter menyarankan ia untuk tidak melakukan perjalanan udara terlebih dahulu.

Rui Laura dari CNN Portugal mengungkapkan: "Operasi yang dilakukannya adalah operasi paru-paru dan dia telah disarankan untuk tidak terbang setelah operasi tersebut," katanya.

"Dia sedang dalam perjalanan ke kota pelabuhan Santander di Spanyol utara untuk menyeberangi feri dan mencapai Inggris dengan cara itu dan melanjutkan perjalanan dengan mobil begitu dia mencapai Inggris," tambah Rui Laura.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya