Liputan6.com, Jakarta- Indonesia Pingpong League (IPL) menggelar edisi Youth. IPL Youth 2025 seri 2 berlangsung di tujuh zona secara serentak, 4 sampai 6 Juli 2025.
IPL Youth digelar serentak di tujuh zona yang meliputi zona Sumatera (Palembang), Banten (Tengerang), Jakarta (Jakarta), Jawa Barat (Bandung), Jawa Tengah (Semarang), Jawa Timur (Surabaya), dan Sulawesi (Makassar).
Advertisement
Kompetisi IPL Youth 2025 akan mempertandingkan nomor beregu putra dan putri untuk tiga kategori usia, yaitu U-13, U-15, dan U-18. Para atlet muda berbakat ini akan berjuang untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan meraih prestasi gemilang di kancah nasional, bahkan internasional.
Dengan meningkatnya animo terhadap IPL khususnya di tingkat youth ini, Ketua Umum IPL (Indonesia Pingpong League) Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) IPL Yon Mardiyono semringah.
Saleh Mustafa bertekad untuk melanjutkan kompetisi ini secara berkesinambungan, terprogram dengan tata kelola yang baik.
“IPL milik kita bersama, mari kita jaga bersama dan besarkan bersama. Antusiasme luar biasa insan tenis meja di Tanah Air ini merupakan kepercayaan yang luar biasa terhadap IPL. Ini modal besar bagi kami untuk terus melanjutkan kompetisi ini dengan lebih baik lagi karena kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi,” kata Saleh yang mengemban tugas sebagai Inspektur Jenderal TNI sejak Juli 2024.
Aturan Internasional
Bahkan Saleh menegaskan, IPL melaksanan aturan kompetisi sesuai dengan yang digariskan Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) dan menjunjung Piagam Olimpiade (Olympic Charter). Ini karena IPL sejak 27 Juni 2025 sudah resmi diterima menjadi anggota ITTF.
“Sebagai anggota ITTF, tentu kita akan menjalankan agenda dan aturan ITTF. Kepercayaan dunia internasional ini akan membuka peluang bagi tenis meja Indonesia meraih prestasi dunia. Mari kita bangkit bersama untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Kita kibarkan kembali Bendera Merah Putih di forum internasional melalui pingpong,” tegas Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pengkostrad) ke-45 itu.
Untuk itulah Saleh mengingatkan, IPL harus menjadi barometer pelaku tenis meja terbaik mulai dari pemain, pelatih, dan pembina. Untuk itu IPL perlu memiliki data base yang bagus dan akurat tentang pemain, pelatih dan klub sehingga bisa dijadikan acuan.