Liputan6.com, Jembrana - Tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Selasa (2/7/2025), meninggalkan duka mendalam.
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, itu membawa 65 penumpang, yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 awak kapal, serta berbagai kendaraan seperti sepeda motor, mobil pribadi, pick-up, truk, dan tronton. Namun, sekitar 25 menit setelah lepas jangkar pada pukul 22.56 WIB, kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Bali.
Advertisement
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan peristiwa KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam ini membawa duka mendalam.
"Peristiwa ini tentunya membawa duka yang mendalam bagi kita semua terutama bagi korban dan keluarga korban, namun kita berharap agar korban tidak bertambah lagi," katanya.
Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSU Negara, Gusti Ngurah Putu Adnyana menyebutkan, RS Jembrana menerima 8 korban, di antaranya 2 orang selamat yang telah dipulangkan ke pos Gilimanuk setelah mendapat perawatan.
"Korban yang selamat sangat baik dan sudah dikembalikan ke pos Gilimanuk. Barusan sudah dievakuasi ke sana karena kondisi sudah baik-baik saja," kata Gusti Ngurah.
Sedangkan enam korban lainnya dinyatakan meninggal dunia, dan jenazahnya disemayamkan di kamar jenazah RS Jembrana. Keenam jenazah tersebut terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan. Salah seorang jenazah merupakan balita laki-laki berusia 3 tahun.
Identitas Korban Meninggal Dunia:
- Anang Suryono (35) asal Banyuwangi
- Eko Sastriyo (51) asal Banyuwangi
- Afnan Agil Mustafa (3) asal Banyuwangi
- Elok Rumantini (36) asal Banyuwangi
- Cahyani (45) asal Banyuwangi
- Fitri April Lestari (33) asal Banyuwangi.
Direktur RS Jembrana Ni Putu Eka Indrawati mengatakan, tadi pagi, ada dua korban kapal yang dirawat di UGD. Kemudian sudah membaik, sudah diantar lagi oleh Dinas Sosial.
"Ada call center, UGD kami siapkan 24 jam jika ada korban yang harus dirawat. Kemudian untuk jenazah, kami siapkan 24 jam," katanya.
Operasi Tim SAR
Pihak berwenang, termasuk Basarnas, terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan korban berjalan lancar, sebagaimana disampaikan Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit. "Kejadian ini terlihat oleh petugas jaga syahbandar kemudian dilaporkan kepada Basarnas dan instansi terkait lainnya," ungkapnya.
Hingga kini, data terakhir penumpang selamat di Posko ASDP Gilimanuk sebanyak 30 orang, termasuk 1 orang masih perawatan di RS. Operasi Tim SAR masih berlangsung untuk mencari kemungkinan korban lain, sementara jenazah yang telah diidentifikasi tak lama lagi akan diberangkatkan dengan mobil ambulans RS Jembrana dengan tujuan Banyuwangi.