OCHA: Warga Gaza Dibiarkan Mati Kelaparan

Desakan untuk menghormati hak-hak warga sipil disampaikan oleh Jubir Sekjen PBB Stéphane Dujarric.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 03 Juli 2025, 19:40 WIB
Terbaru, dalam pendistribusian bantuan pada Selasa (24/6/2025) di Gaza, 44 warga tewas. (BASHAR TALEB/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Juru bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke menggambarkan situasi kemanusiaan di Jalur Gaza belum pernah terjadi sebelumnya dan mengkhawatirkan.

Menurut laporan Al Jazeera, Jens mengatakan pembunuhan terhadap orang-orang selagi mereka berjuang untuk mendapatkan makanan tidak dapat diterima.

Pada dasarnya orang-orang dibiarkan mati kelaparan dan OCHA tidak bisa hanya diam melihat itu, katanya, dikutip dari laman Antara News, Kamis (3/7/2025).

Ia mendesak perlindungan bagi warga sipil dan investigasi dalam pendistribusian bantuan makanan. Tingkat krisis di Gaza tidak bisa dibenarkan dalam situasi kemanusiaan apa pun.

PBB pada Senin meminta Israel agar segera mempermudah akses dan alur masuk pasokan krusial ke Gaza melalui penyeberangan yang ada guna memenuhi kebutuhan mendesak penduduk warga sipil.

Di hadapan media, juru bicara Sekjen PBB Stéphane Dujarric mengatakan: "warga sipil harus dihormati dan dilindungi."

"Sekretaris Jenderal PBB menyambut baik upaya berkelanjutan yang dilakukan para mediator dan kembali menegaskan seruannya kepada pihak bertikai agar segera menyepakati gencatan senjata permanen di Gaza," katanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya