Israel Tangkap Pasangan yang Dicurigai Jadi Mata-mata Iran

Seperti apa keterangan polisi Israel saat menangkap dua orang yang dicurigai sebagai mata-mata Iran?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 02 Juli 2025, 15:04 WIB
Ilustrasi Polisi Israel. (AP)

Liputan6.com, Tel Aviv - Polisi Israel menangkap sepasang suami istri yang diduga terlibat dalam kegiatan mata-mata untuk Iran. Informasi ini disampaikan otoritas setempat pada Selasa (1/7/2025).

Dalam pernyataan resminya, polisi menyebut pasangan tersebut adalah warga kota Ra'anana. Mereka ditangkap dalam operasi gabungan dengan badan keamanan dalam negeri Israel, Shin Bet. Penangkapan dilakukan pada Senin, ketika aparat menggerebek rumah keduanya dan menyita sejumlah barang bukti berupa ponsel, komputer, perangkat komunikasi, serta peralatan teknologi lainnya.

Keduanya yang sama-sama berusia 30-an tahun kini ditahan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dijadwalkan hadir di pengadilan pada Selasa guna menentukan apakah masa penahanannya akan diperpanjang, dikutip dari laman Anadolu Agency, Rabu (2/7).

Penangkapan ini menjadi kasus kedua terkait dugaan spionase yang diumumkan dalam dua hari terakhir. Sehari sebelumnya, polisi juga mengumumkan telah menahan tiga warga Israel dalam penyelidikan terpisah dengan tuduhan serupa. Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Iran mengenai laporan tersebut.

Israel sendiri belakangan sering melaporkan penangkapan warganya yang diduga terlibat aktivitas mata-mata untuk Iran, terutama sejak memanasnya konflik antara kedua negara. Ketegangan terbaru pecah pada 13 Juni lalu ketika Israel melancarkan serangan udara ke berbagai fasilitas militer, nuklir, dan sipil di Iran. Serangan itu menewaskan sedikitnya 935 orang dan melukai lebih dari 5.600 lainnya menurut data Kementerian Kesehatan Iran.

Sebagai balasan, Teheran menggempur Israel dengan rudal dan drone, yang mengakibatkan sedikitnya 29 orang tewas dan lebih dari 3.400 lainnya terluka berdasarkan laporan Universitas Ibrani Yerusalem. Konflik ini akhirnya mereda setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan mulai berlaku pada 24 Juni lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya