Menuju Visi Indonesia Emas 2045, Bappenas dan IBC Kolaborasi Dukung RPJMN 2025–2029

Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendukung perencanaan dan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

oleh Sulung LahitaniDiperbarui 02 Juli 2025, 11:09 WIB
Menuju Visi Indonesia Emas 2045, Bappenas dan IBC Kolaborasi Dukung RPJMN 2025–2025 (doc: Indonesian Business Council)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Indonesian Business Council (IBC) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Senin (30/6). Kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mendukung perencanaan dan implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan produktivitas, inovasi, dan daya saing. Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menekankan bahwa kualitas pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya bergantung pada kekuatan negara, tetapi juga pada keberdayaan dunia usaha.

“Indikator negara maju bukan hanya pemerintahnya yang kuat, tetapi dunia usahanya juga harus tangguh. Ketika sektor swasta berkembang, pendapatan daerah meningkat, dan ekonomi lokal tumbuh. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi fondasi utama mencapai pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Rachmat.

Kerja sama sejumlah bidang strategis

Kerja sama ini meliputi sejumlah bidang strategis seperti penguatan ekonomi dan keuangan, reformasi tata kelola, pengembangan SDM, transisi energi, serta pembiayaan pembangunan. IBC berkomitmen mengakselerasi partisipasi sektor swasta dalam program prioritas nasional, seperti pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi industri strategis.

Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, menilai kolaborasi ini sebagai bentuk gotong royong antara sektor usaha dan pemerintah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“MoU ini menjadi fondasi kemitraan strategis antara sektor swasta dan publik, dan menjembatani aspirasi dunia usaha dengan visi RPJMN 2025–2029 agar iklim usaha semakin kondusif,” ujarnya.

Memperkuat kontribusi dunia usaha

CEO IBC, Sofyan Djalil, juga menambahkan bahwa pihaknya akan memperkuat kontribusi dunia usaha melalui dialog kebijakan, kajian regulasi, dan proyek percontohan bersama pemerintah.

Menutup pernyataannya, Menteri Rachmat menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari langkah konkret menuju Visi Indonesia Emas 2045.

“Visi tersebut hanya bisa tercapai jika kita melangkah bersama—pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya