Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 400 petani di Kota Manado mendapatkan perlindungan asuransi mikro Simas Petani secara gratis dari Asuransi Sinar Mas, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap perlindungan finansial sektor pertanian.
Pemberian ini dilakukan dalam rangka kegiatan Literasi Keuangan yang digelar untuk memperingati Kick-Off Bulan Literasi Keuangan Nasional dan mendukung program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) yang dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Advertisement
Tak hanya memberikan perlindungan, Asuransi Sinar Mas juga menyampaikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan dan pemahaman risiko kepada para petani. Program ini disambut baik oleh pemerintah daerah.
“Kami bersyukur Asuransi Sinar Mas mengambil peran penting dalam membantu masyarakat, khususnya petani, memahami cara mengelola keuangan. Apalagi penghasilan mereka tidak tetap. Jadi kegiatan seperti ini sangat penting,” ujar Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (1/7/2025).
Kepala Cabang Asuransi Sinar Mas Manado, Christianus Viktor Lada, menjelaskan bahwa selain literasi, pihaknya juga memperkenalkan produk asuransi konvensional dan asuransi syariah sebagai pilihan alternatif perlindungan berbasis prinsip gotong royong.
Manfaat Asuransi
Produk Simas Petani sendiri merupakan asuransi mikro dengan premi sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 50.000 per tahun. Meskipun murah, manfaatnya cukup luas, antara lain:
- Santunan kematian akibat kecelakaan hingga Rp17 juta
- Cacat tetap akibat kecelakaan hingga Rp17 juta
- Santunan harian akibat demam berdarah sebesar Rp200.000 per hari (maks. 14 hari)
Seluruh peserta literasi yang menerima polis asuransi ini juga diberikan celengan impian serta buku cerita dan mewarnai bertema asuransi, sebagai bagian dari strategi edukatif yang menyasar segala usia.
Selain menyasar edukasi langsung (offline), Asuransi Sinar Mas juga konsisten mengedukasi masyarakat secara daring melalui berbagai konten di media sosial dan situs resmi agar informasi keuangan dapat diakses lebih luas, termasuk oleh masyarakat di daerah terpencil.
Langkah ini memperkuat komitmen perusahaan dalam membangun masyarakat yang cerdas finansial serta lebih siap menghadapi risiko, khususnya di sektor pertanian yang rentan terhadap fluktuasi dan ketidakpastian pendapatan.