Neraca Dagang RI Surplus 61 Bulan Beruntun, Tembus Rp 69,5 Triliun di Mei 2025

Surplus neraca perdagangan pada Mei 2025 ini lebih ditopang pada surplus komoditas non minyak dan gas bumi (non-migas) sebesar USD 5,83 miliar, atau setara Rp 94,329 triliun.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 01 Juli 2025, 12:05 WIB
Aktifitas kapal ekspor inpor di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus 1,24 miliar . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, neraca perdagangan barang Indonesia pada Mei 2025 mencatat surplus hingga mencapai USD 4,30 miliar, atau setara Rp 69,574 triliun (kurs Rp 16.180 per dolar AS).

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, surplus neraca perdagangan Mei 2025 ini menandakan kinerja ekspor Indonesia masih lebih baik dari impor selama 61 bulan beruntun.

"Pada Mei 2025, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 4,30 miliar. Neraca perdagangan Indonesia dengan demikian telah mencatat surplus selama 61 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," jelasnya, Selasa (1/7/2025).

Surplus neraca perdagangan pada Mei 2025 ini lebih ditopang pada surplus komoditas non minyak dan gas bumi (non-migas) sebesar USD 5,83 miliar, atau setara Rp 94,329 triliun.

"Dengan komoditas penyumbang surplus utamanya adalah lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja," terang Pudji.

Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit USD 1,53 miliar, atau setara Rp 24,755 triliun. Dengan komoditas penyumbang defisit adalah hasil minyak dan minyak mentah.

 

Surplus Rp 248,8 Triliun di Januari-Mei 2025

Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Penyebab kinerja ekspor sedikit melambat karena dipengaruhi penurunan aktivitas manufaktur dan mitra dagang utama, seperti AS, China, dan Jepang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara kumulatif, neraca perdagangan barang selama periode Januari-Mei 2025 mencatat surplus sebesar USD 15,38 miliar, atau setara Rp 248,848 triliun.

Surplus sepanjang Januari-Mei 2025 ini ditopang surplus komoditas non migas sebesar USD 23,10 miliar, atau setara Rp 373,758 triliun.

Sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD 7,72 miliar, atau setara Rp 124,909 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya