Klaim Sabotase Muncul Jadi Dugaan Penyebab Kecelakaan Pesawat Air India yang Tewaskan 260 Orang

Kotak hitam pesawat Air India yang jatuh telah ditemukan di lokasi kecelakaan dan sekarang sedang dianalisis di India.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 01 Juli 2025, 02:00 WIB
Pekerja yang mengangkat ekor pesawat dari reruntuhan setelah kecelakaan penerbangan Air India 171 pada 12 Juni, terlihat di area permukiman dekat bandara di Ahmedabad pada 14 Juni 2025. (Dok: DIBYANGSHU SARKAR / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Para penyelidik tengah menyelidiki apakah kecelakaan Air India yang menewaskan 260 orang itu disebabkan oleh sabotase. Pesawat Boeing 787 Dreamliner tersebut menabrak sebuah perguruan tinggi kedokteran setelah kedua mesinnya tampak rusak beberapa saat setelah lepas landas.

Semua, kecuali satu dari 242 penumpang, dan seluruh awak pesawat meninggal dunia. Hanya penumpang di kursi 11A bernama Vishwash Ramesh yang selamat dari kecelakaan nahas itu, sementara 19 orang lain meninggal dunia di darat akibat hantaman pesawat.

Melansir news.com.au, Senin (30/6/2025), Menteri Negara Penerbangan Sipil India Murlidhar Mohol mengatakan, "Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat Udara (AAIB) telah memulai investigasi penuh. Hal ini tengah diselidiki dari semua sudut, termasuk kemungkinan sabotase."

Meski sebelumnya telah ada spekulasi tentang potensi sabotase, ini adalah pertama kalinya para pejabat secara resmi mengakuinya sebagai kemungkinan penyebab kecelakaan. Pilot Air India 171, Kapten Sumeet Sabharwal, dengan panik menghubungi kontrol lalu lintas udara melalui radio.

Rekaman Kotak Hitam

Pesawat berjenis Boeing 787-8 Dreamliner tersebut membawa 242 orang, termasuk 230 penumpang dan 12 awak. Tampak dalam Cuplikan bingkai dari video oleh @ashlovetea pada 12 Juni 2025 yang tersedia di platform Eurovision Social Newswire (ESN) melalui AFPTV menunjukkan gumpalan asap mengepul setelah pesawat Air India 171 jatuh di dekat bandara di Ahmedabad, India. (Foto oleh @ashlovetea/berbagai sumber/AFP)

Itu terjadi hanya beberapa saat setelah lepas landas pada 12 Juni 2025. Kapten Sabharwal berteriak, "Tidak ada daya dorong... May Day... May Day." Kedua mesin tampaknya kehilangan tenaga, kejadian yang sangat langka yang digambarkan oleh para ahli sebagai "peristiwa satu dari satu miliar."

AAIB tengah menyelidiki apakah hal itu disebabkan kontaminasi bahan bakar akibat tindakan yang disengaja. "Begitu laporan datang, kami akan dapat memastikan apakah itu masalah mesin atau masalah pasokan bahan bakar atau mengapa kedua mesin berhenti berfungsi."

"Ada CVR (perekam suara kokpit) di kotak hitam yang menyimpan percakapan antara kedua pilot. Masih terlalu dini untuk mengatakan apapun, tapi apapun itu, itu akan terungkap. Laporannya akan keluar dalam tiga bulan," sebut Mohol.

Kotak hitam pesawat telah ditemukan di lokasi kecelakaan dan sekarang sedang dianalisis di India. Kotak hitam tersebut mencakup Perekam Data Penerbangan Digital (DFDR) yang merekam data, seperti ketinggian dan kecepatan.

 

Kotak Hitam Tidak Akan Dibawa ke Luar Negeri

Sebelumnya, pada Kamis 12 Juni 2025, sebuah Pesawat Air India jatuh tidak lama setelah lepas landas di dekat Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, India. (Punit PARANJPE/AFP)

Juga, terdapat Perekam Suara Kokpit yang menyimpan semua yang dikatakan pilot, serta suara latar belakang. Mohol menepis laporan bahwa kotak hitam akan dikirim ke luar negeri untuk diteliti.

Ia berkata, "Kotak hitam itu tidak akan dibawa ke mana pun. Kotak itu berada dalam pengawasan AAIB dan tidak perlu dikirim ke luar negeri. Kami akan melakukan seluruh penyelidikan."

Mohol juga meyakinkan para penumpang bahwa perjalanan udara di India, khususnya dengan 33 Dreamliner di negara itu, aman. Ia berkata, "Ke-33 Dreamliner telah diperiksa atas perintah DGCA (Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil). Semuanya dinyatakan aman."

"Itulah sebabnya saya katakan itu kecelakaan langka. Orang-orang tidak lagi takut dan bepergian dengan nyaman," menurut dia. Pesawat itu mencapai ketinggian hanya 190 meter sebelum meluncur turun dan jatuh 33 detik setelah lepas landas.

Pesawat itu menghantam asrama sebuah perguruan tinggi kedokteran tempat ratusan mahasiswa dan staf sedang makan siang. Vishwash Ramesh dari Leicester adalah satu-satunya orang di pesawat yang selamat setelah merangkak keluar dari badan pesawat yang hancur.

 

Pengakuan Satu-satunya Korban Selamat

Sebuah tangkapan layar rekaman video yang diambil dan dirilis oleh Saluran Youtube Narendra Modi pada 13 Juni 2025 menunjukkan Perdana Menteri India Narendra Modi (kiri) bertemu dengan Vishwash Kumar Ramesh, satu-satunya yang selamat dari kecelakaan penerbangan Air India 171, di sebuah rumah sakit di Ahmedabad. (Narendra Modi Youtube Channel/AFP)

Tragisnya, saudaranya Ajay meninggal di pesawat. Ramesh, seorang ayah satu anak, kemudian mengatakan pada The Sun bahwa pelariannya adalah sebuah keajaiban, tapi mengungkap bahwa ia trauma karena Ajay meninggal dunia.

"Saya mencoba untuk mendapatkan dua kursi yang berdekatan, tapi kursi itu sudah ditempati orang lain. Saya dan Ajay seharusnya duduk bersama."

"Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras, kemudian pesawat jatuh. Semua terjadi begitu cepat," katanya dalam sebuah wawancara dengan CNN di rumah sakit tempat ia dirawat. 

Seorang dokter mengatakan pada publikasi itu bahwa kondisi Ramesh "tidak terlalu kritis" dan ia dapat pulang dalam beberapa hari. "Ada sedikit darah dalam gambar, tapi ia tidak terluka parah. Ia sangat nyaman dan dalam pengawasan ketat, tidak ada masalah," kata Dr. Rajnish Patel, profesor dan kepala bedah di Rumah Sakit Sipil Ahmedabad.

Infografis Jatuhnya Pesawat Air India AI171. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya