Liputan6.com, Jakarta PLN Indonesia Power (PLN IP) berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik di kawasan Bali, di sisi lain juga turun tangan dalam menciptakan Keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir Pulau Dewata tersebut.
Sekretaris Perusahaan PLN Indonesia Power Agung Siswanto mengatakan, energi listrik yang dihasilkan harus seiring dengan kontribusi nyata pada masyarakat dan alam, demi memperkuat perekonomian nasional dan menjaga daya tarik wisata alam Indonesia, khususnya Bali.
Advertisement
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN Indonesia Power membawa nilai lebih, khususnya di Pulau Dewata yang mengedepankan keseimbangan antara alam, budaya, dan pembangunan,” kata Agung, Sabtu (28/6/2026).
Dalam menjaga keberlangsungan lingkungan, PLN Indonesia Power melalui melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali, menggandeng masyarakat setempat untuk mengelola dan merevitalisasi kawasan mangrove yang tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga ekonomi dan sosial.
Menurut Agung, program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mendukung ketahanan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Konservasi mangrove Batu Lumbang adalah contoh nyata bagaimana program tanggung jawab sosial dan lingkungan tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar," tutur Angunh.
Konservasi Mangrove
Konservasi mangrove Batu Lumbang kini telah berkembang menjadi kawasan edukatif dan ekowisata berbasis masyarakat. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi dan pengendali intrusi air laut, kawasan ini juga menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan serta sumber penghidupan baru bagi warga sekitar. Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran PLN Indonesia Power dalam membawa dampak sosial-lingkungan yang terukur dan berkelanjutan.
“Dengan memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama konservasi dan wisata, kami yakin bahwa program ini turut mendorong ekonomi kerakyatan dan mendukung kebangkitan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Bali,” tambahnya.
Kawasan Batu Lumbang kini dikelola oleh kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan teknis, dukungan infrastruktur dan fasilitasi promosi dari PLN Indonesia Power. Mereka tidak hanya menjaga kelestarian mangrove, tetapi juga mengembangkan produk lokal seperti makanan olahan, kerajinan tangan, serta paket wisata edukatif.
Kegiatan ini pun telah berhasil mengangkat kesejahteraan masyarakat, salah satunya Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang, di Bali.
Jaga Ekosistem
Ketua KUB Segara Guna Batu Lumbang I Wayan Kona Antara mengungkapkan, kelompoknya digandeng PLN Indonesia Power UBP Bali dalam mengembangkan tanaman mangrove di pesisir Denpasar, berawal dengan tujuan menjaga ekosistem upaya tersebut ternyata telah membuahkan beragam manfaat untuk masyarakat.
Dengan tertatanya ekosistem mangrove meningkatkan populasi ikan hingga kepiting bakau di wilayah tersebut, sehingga hasil tangkapannya pun meningkat, di lain sisi pengunjung pun banyak berdatangan untuk menikmati keindahan hutan mangrove. Kondisi ini pun turut memberikan dampak positif dengan bertambahnya penghasilan yang berujung pada membaiknya kesejahteraan masyarakat.
"Sekarang karena mangrove kita bagus lebat maka komoditi tangkapan nelayan sekitar yang utama yaitu kepiting bakau, itu perhari pendapatan anggota kami dari menangkap kepiting meningkat pesat," katanya.