Gunung Lewotolok Lembata NTT Erupsi Malam Ini, Bergemuruh Kuat Disertai Lontaran Lava Pijar 500 M

Letusan disertai gemuruh kuat dan teramati lontaran lava pijar ke arah selatan dan tenggara sejauh lk 500m dari puncak

oleh Ola KedaDiperbarui 28 Juni 2025, 00:49 WIB
Gunung Ili Lewotolok di kabupaten Lembata, NTT kembali erupsi Jumat 27 Juni 2025 pukul 21:46 WITA. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Lembata - Gunung Ili Lewotolok di kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 500 m di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut), Jumat 27 Juni 2025 pukul 21:46 WITA.

Pos Pengamatan Gunungapi Ili Lewotolok melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi ± 39 detik.

Letusan disertai gemuruh kuat dan teramati lontaran lava pijar ke arah selatan dan tenggara sejauh lk 500m dari puncak.

Saat ini Gunung Ili Lewotolok berada pada status level II (waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

Khusus masyarakat Desa Lamatokan, dan Desa Jontona diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.

Simak Video Pilihan Ini:

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah Gunung Ili Lewotolok.

Masyarakat Desa Amakaka diminta agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava.

Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya