PYFA Punya Direksi dan Dewan Komisaris Baru, Ini Daftarnya

PT Pyridam Farma Tbk menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris PYFA yang baru untuk periode 5 tahun masa jabatan sesuai anggaran dasar PYFA.

oleh Septian DenyDiterbitkan 27 Juni 2025, 20:20 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), perusahaan publik yang bergerak di bidang farmasi telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2024 (RUPST).

Fokus utama dalam RUPST tahun ini adalah penetapan susunan Direksi dan Dewan Komisaris PYFA yang baru untuk periode 5 tahun masa jabatan sesuai anggaran dasar PYFA. Penyegaran ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang PYFA dalam memperkuat fondasi kepemimpinan dan membentuk struktur organisasi yang lebih adaptif terhadap dinamika industri farmasi.

“Perubahan struktur pengurus bukan sekadar rotasi, melainkan bagian dari langkah transformasi strategis untuk mendorong percepatan pertumbuhan dan mengakselerasi perkembangan PYFA sebagai perusahaan farmasi dengan daya saing global,” ujar Direktur Utama PYFA Lee Yan Gwan dikutip Jumat (27/6/2025).

Adapun dua sosok profesional yang turut memperkuat jajaran Direksi PYFA melalui pengangkatan resmi dalam RUPST kali ini, yaitu Antes Eko Prasetio dan Sinta Lestari Ningsih. Berikut susunan pengurus baru yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam pelaksanaan RUPST, yaitu:

Direksi:

Direktur Utama: Lee Yan Gwan

Direktur: Yenfrino Gunadi

Direktur: Bedjo Stefanus

Direktur: Antes Eko Prasetio

Direktur: Sinta Lestari Ningsih

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Robby Yulianto

Komisaris: Widjanarko Brotosaputro

Komisaris Independen: Maura Linda Sitanggang

Komisaris Independen: Charles D. Marpaung

 

Profil Direksi

PT Pyridam Farma Tbk menetapkan susunan Direksi dan Dewan Komisaris PYFA yang baru untuk periode 5 tahun masa jabatan sesuai anggaran dasar PYFA.

Antes Eko Prasetio merupakan eksekutif dengan lebih dari 15 tahun pengalaman di industri farmasi dan kesehatan, baik nasional maupun multinasional. Ia pernah memegang peran strategis di sejumlah perusahaan ternama seperti PT Roche Indonesia, PT GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson Indonesia, dan Mundipharma Healthcare Indonesia, dengan posisi terakhir sebagai Commercial Director untuk divisi Ethical & Consumer Healthcare (Betadine).

Bergabung di PYFA sebagai Chief Commercial Officer, pengalamannya dalam membangun pertumbuhan bisnis dan memperkuat kanal distribusi diyakini akan semakin mendorong ekspansi portofolio PYFAGROUP ke depan.

Sementara itu, Sinta Lestari Ningsih, yang resmi diangkat sebagai Direktur, membawa pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang keuangan, akuntansi, dan manajemen risiko di berbagai industri termasuk keuangan, musik, dan teknologi finansial. Sebelumnya, beliau berkarier di firma akuntansi KPMG, serta memegang peran strategis di PT Warner Music Indonesia dan PT Visionet Internasional (OVO).

 

Selanjutnya

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejak 2021, ia menjabat sebagai VP Finance, Accounting, and Tax di PYFA. Rekam jejak dan pemahamannya yang kuat terhadap sistem keuangan korporasi akan memperkuat landasan finansial perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya dua figur baru di jajaran Direksi, PYFA optimistis dapat mempercepat implementasi strategi bisnis yang telah dirancang, memperkuat efektivitas manajemen lintas fungsi, serta menjaga keberlanjutan transformasi perusahaan secara menyeluruh.

Melalui restrukturisasi kepemimpinan dan arah kebijakan strategis yang telah disetujui dalam RUPST, PYFA menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kinerja dan daya saing melalui organisasi yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada penciptaan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya