Liputan6.com, Jakarta Selama berabad-abad, darah menstruasi seringkali dipandang sebagai hal yang tabu dan kotor. Bahkan hingga kini, stigma sosial dan budaya membuat banyak perempuan merasa malu terhadap siklus alami tubuhnya sendiri. Padahal, di balik warna merah itu, tersimpan potensi biologis yang luar biasa bagi masa depan pengobatan modern. Siapa sangka, darah menstruasi mengandung sel punca (stem cell) yang sangat bernilai.
Advertisement
Dalam beberapa dekade terakhir, para ilmuwan menemukan bahwa jaringan endometrium yang luruh saat menstruasi ternyata menyimpan jenis sel punca dewasa yang langka dan multipoten. Ini artinya, darah menstruasi bukan hanya sisa jaringan tubuh, tapi juga merupakan sumber sel yang mampu memperbaiki dan meregenerasi jaringan tubuh. Temuan ini membuka cakrawala baru dalam ilmu kedokteran regeneratif.
Munculnya temuan ini mengubah cara pandang dunia medis terhadap darah menstruasi. Dari sesuatu yang dibuang setiap bulan, menjadi bahan penelitian yang menjanjikan untuk terapi berbagai penyakit kronis, dari infertilitas hingga Alzheimer. Apa sebenarnya yang membuat darah menstruasi begitu istimewa? Berikut Ulasan Liputan6.com, Jumat (27/6/2025).
Dari Limbah Menjadi Aset Kesehatan
Darah menstruasi selama ini sering dianggap sebagai limbah biologis. Namun penelitian yang dipelopori oleh Caroline Gargett dari Monash University mengungkapkan bahwa jaringan endometrium yang luruh saat menstruasi mengandung mesenchymal stem cell (MSC), jenis sel punca dewasa yang dapat berkembang menjadi berbagai tipe sel seperti tulang, otot polos, hingga lemak.
Sel punca ini awalnya ditemukan di jaringan endometrium yang diambil melalui histerektomi, tetapi kemudian ditemukan juga di dalam darah menstruasi. Hal ini sangat penting karena pengambilan darah menstruasi jauh lebih mudah dan non-invasif dibandingkan pengambilan sel punca dari sumsum tulang atau biopsi.
Gargett menekankan bahwa endometrium mengalami sekitar 400 siklus regenerasi sepanjang hidup seorang perempuan, menjadikannya salah satu jaringan dengan kemampuan regeneratif tertinggi. Maka wajar jika ditemukan sel punca di jaringan tersebut. Menurutnya, “darah menstruasi menjadi sumber sel punca yang belum dimanfaatkan secara optimal dan bisa menjadi solusi berbagai masalah kesehatan perempuan, seperti endometriosis dan infertilitas.”
Potensi Besar Stem Cell dari Darah Menstruasi
Sel punca dari darah menstruasi (MenSC) memiliki potensi besar dalam berbagai bidang medis. Menurut Christian Drapeau, peneliti di bidang stem cell, MenSC adalah bagian dari sistem perbaikan alami tubuh. Uniknya, sel ini memiliki kemampuan proliferasi yang lebih tinggi dibandingkan sel punca dari sumsum tulang.
Berikut beberapa potensi terapeutik MenSC:
1. Pengobatan Endometriosis
Sel punca dari darah menstruasi diyakini berperan dalam perkembangan dan diagnosis dini endometriosis. Perbedaan ekspresi gen pada MenSC antara penderita endometriosis dan perempuan sehat dapat dijadikan biomarker diagnosis dini. (Cordeiro et al., 2023)
2. Regenerasi Jaringan
Studi pada hewan menunjukkan bahwa injeksi MenSC dapat memperbaiki jaringan endometrium, mempercepat penyembuhan luka, dan meningkatkan kesuburan.
3. Terapi Penyakit Degeneratif
Dalam penelitian pada tikus dengan Alzheimer, MenSC terbukti memperbaiki memori dan membersihkan plak di otak. Ini membuka kemungkinan terapi baru untuk penyakit neurodegeneratif.
4. Pemulihan Pasca Serangan Jantung & Diabetes
MenSC terbukti membantu regenerasi sel penghasil insulin dan memperbaiki jaringan jantung setelah serangan jantung.
5. Alternatif Terapi Jaringan Pelvis
Gargett dan timnya mengembangkan jaring biodegradable berlapis sel endometrium untuk mengatasi prolaps organ pelvis, solusi baru pengganti mesh sintetis yang kerap menimbulkan reaksi tubuh.
FAQ Seputar Darah Menstruasi
1. Apakah darah menstruasi benar-benar mengandung stem cell?
Ya, penelitian sejak 2007 menunjukkan bahwa darah menstruasi mengandung mesenchymal stem cell yang memiliki potensi regeneratif.
2. Apa manfaat darah menstruasi bagi dunia medis?
Darah menstruasi menjadi sumber sel punca non-invasif yang dapat digunakan untuk terapi berbagai penyakit seperti Alzheimer, endometriosis, dan diabetes.
3. Apakah pengambilan stem cell dari darah menstruasi aman?
Pengambilan MenSC sangat aman karena tidak membutuhkan prosedur bedah atau jarum suntik. Cukup dengan menstrual cup selama periode menstruasi.
4. Mengapa penelitian ini belum populer?
Faktor budaya dan bias gender membuat penelitian tentang darah menstruasi kurang mendapat perhatian dan pendanaan yang layak.
5. Apakah stem cell dari darah menstruasi bisa digunakan untuk laki-laki?
Ya, meskipun berasal dari tubuh perempuan, stem cell ini bisa digunakan secara terapeutik untuk siapa pun, seperti sel punca dari sumsum tulang.