Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Perlindungan Hak Cipta Buku di Indonesia

Dampak pembajakan tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga moral dan kultural.

oleh Tim NewsDiperbarui 27 Juni 2025, 06:50 WIB
Pembajakan buku, baik dalam bentuk fisik maupun digital, masih menjadi ancaman serius terhadap kemajuan literasi dan industri penerbitan nasional. (Istimewa)

 

Liputan6.com, Jakarta - Pembajakan buku, baik dalam bentuk fisik maupun digital, masih menjadi ancaman serius terhadap kemajuan literasi dan industri penerbitan nasional.

Menyikapi hal ini, Gramedia bersama Kementerian Hukum dan HAM RI meluncurkan kampanye nasional #LiterasiKaryaAsli pada 24 Juni 2025 sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kampanye ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), serta sejumlah platform marketplace seperti Shopee Indonesia.

“Pembajakan tidak hanya merugikan penulis dan penerbit, tetapi juga melemahkan semangat berkarya dan kualitas literasi bangsa,” kata Komisaris Gramedia Pustaka Utama, Suwandi S. Brata, dalam keterangan persnya.

"Kolaborasi lintas sektor ini kami pandang sebagai langkah penting dalam melindungi hak cipta dan membangun kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai karya orisinal.”

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Razilu, menegaskan bahwa dampak pembajakan tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga moral dan kultural. “Fenomena ini secara perlahan namun pasti menggerus fondasi industri penerbitan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Shopee Indonesia sebagai salah satu marketplace yang turut dilibatkan, menyatakan telah memperkuat upaya penindakan terhadap penjualan buku bajakan di platformnya.

“Shopee berusaha menjadi rumah yang aman bagi penulis. Kami tidak bisa bergerak sendiri, karena itu kami menggandeng para penerbit dan penulis untuk membangun database melalui Brand IP Portal kami,” ujar Balques Manisang, Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia.

 

Terapkan Sejumlah Strategi

Shopee juga mengklaim telah menerapkan beberapa strategi untuk mengurangi peredaran buku ilegal, antara lain:

  • Pengecekan produk melalui tim khusus dan teknologi machine learning;
  • Penerapan poin penalti dan sanksi tegas, termasuk penurunan produk, penangguhan akun, hingga pemblokiran permanen terhadap penjual yang melanggar;
  • Pembaruan fitur Brand IP Portal untuk mempermudah pendaftaran hak cipta buku dan perlindungan terhadap pemilik hak.

Sebelumnya, pada Mei 2025, Shopee juga menggelar Festival Penulis Lokal sebagai bentuk dukungan terhadap penulis Indonesia dan komitmen memberantas peredaran buku bajakan.

Pemerintah berharap kampanye #LiterasiKaryaAsli dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menghargai karya intelektual, serta memperkuat perlindungan terhadap industri penerbitan dalam negeri.

Fakta Mengenai Indeks Literasi di Indonesia. (Liputan6/Abdillah)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya