Paiya Lo Hungo Lo Poli, Seni Pantun Berbalas di Gorontalo

Paiya lo hungo lo poli sering menjadi daya tarik wisata budaya. Para pengunjung yang datang ke Gorontalo dapat menyaksikan langsung pertunjukan ini dalam berbagai acara resmi maupun informal.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 01 Juli 2025, 23:00 WIB
Ilustrasi puisi, pantun. (dok. Foto Álvaro Serrano/Unsplash)

Liputan6.com, Gorontalo - Paiya lo hungo lo poli merupakan tradisi lisan masyarakat Gorontalo berupa pantun berbalas. Kesenian ini menjadi media pelestarian bahasa daerah sekaligus mencerminkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.

Mengutip dari berbagai sumber, masyarakat Gorontalo di Sulawesi Utara memiliki warisan budaya berupa seni pantun berbalas yang dikenal sebagai paiya lo hungo lo poli. Secara harfiah, frasa ini berarti melempar kata-kata ringan, menggambarkan karakteristik utama tradisi lisan tersebut.

Seni pertunjukan ini melibatkan dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan, yang saling berbalas pantun dalam bahasa Gorontalo. Tema yang diangkat bervariasi, mulai dari percintaan, nasihat hidup, hingga ungkapan harapan.

Pertunjukan ini seringkali diiringi alat musik khas seperti gambus dan marwas. Irama musik menjadi latar yang menyemarakkan suasana sekaligus memberikan jeda alami antara satu pantun dengan pantun berikutnya.

Paiya lo hungo lo poli umumnya ditampilkan dalam berbagai acara kemasyarakatan seperti festival budaya, pernikahan, dan syukuran. Kehadirannya mampu menghidupkan suasana sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

Pantun dalam paiya lo hungo lo poli memiliki pola yang membedakannya dengan pantun daerah lain. Pemain dituntut untuk mampu merespons pantun lawan dengan cepat, sambil mempertahankan makna dan keindahan bahasa.

 

Wisata Budaya

Oleh masyarakat Gorontalo, kesenian ini dianggap sebagai cerminan karakter sosial mereka yang ramah dan humoris. Nilai-nilai kesopanan, kecerdasan verbal, dan kepekaan sosial terlihat jelas dalam setiap pertunjukan.

Paiya lo hungo lo poli sering menjadi daya tarik wisata budaya. Para pengunjung yang datang ke Gorontalo dapat menyaksikan langsung pertunjukan ini dalam berbagai acara resmi maupun informal.

Masyarakat Gorontalo memandang seni pantun berbalas ini sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Selain sebagai hiburan, paiya lo hungo lo poli berfungsi sebagai media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan budaya.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya