Din: Taufiq Kiemas Multilintas, Itu Tidak Mudah

Taufiq Kiemas merupakan sosok yang berkomitmen dan konsisten terhadap perjuangan rakyat. Politikus sekaligus negarawan. Bahkan multilintas.

oleh Oscar FerriDiterbitkan 09 Juni 2013, 15:43 WIB
Taufiq Kiemas merupakan sosok yang berkomitmen dan konsisten terhadap perjuangan rakyat. Politikus sekaligus negarawan. Bahkan multilintas.

"Almarhum memang dikenal banyak orang sebagai sosok komit terhadap perjuangan dan sangat konsisten terhadap perjuangannya. Dialah politisi dan seorang negarawan," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin di Jakarta, Minggu (9/6/2013).

Din juga mengenal Taufiq sebagai sosok yang memiliki wawasan luas. Din juga kagum dengan pergaulan Taufiq yang multilintas, seperti lintas agama, suku, profesi, dan lingkaran-lingkaran politik.

"Itu tidak mudah. Tapi beliau telah menampilkan itu," ujar Din.

Lebih jauh Din menilai kepergian Taufiq adalah kehilangan semua orang. Namun dengan kepergian Taufiq, semua orang harus bisa mengambil teladan yang baik.

"Yang terbaik adalah bagaimana kita mengambil suri tauladan yang baik dari sikap hidup beliau," ucap Din.

Ketua MPR Taufiq Kiemas meninggal dunia di Singapura pada Sabtu 8 Juni 2013 pukul 19.05 waktu setempat atau 18.05 WIB. Taufiq sebelumnya dirawat di General Hospital Singapura akibat kelelahan setelah menjalankan tugas Negara pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memperingati kelahiran Pancasila.

Suami Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri itu lahir dari pasangan Tjik Agoes Kiemas dan Hamzathoen Roesyda Keimas pada 31 Desember 1942. Ayahnya berasal dari Sumatera Selatan, sedangkan ibunya dari Sumatera Barat.

Karier politik Taufiq dimulai sejak saat masih mahasiswa dengan menjadi anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Kemudian ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan terpilih sebagai anggota DPR/MPR pada 1992.

Selama rezim Orde Baru, karier politik Taufiq banyak dikebiri oleh penguasa. Perjalanan politiknya mulai cemerlang ketika Soeharto tumbang setelah berkuasa selama 32 tahun. Terakhir Taufiq menjadi Ketua MPR era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya