Liputan6.com, Papua - Ikan bubara atau ikan kuwe merupakan jenis ikan yang hidup di wilayah Indonesia Timur, khususnya perairan Papua dan Papua Barat. Ikan ini dapat diolah menjadi ragam sajian yang menggugah selera.
Ikan ini merupakan jenis ikan petarung. Gerakannya lebih lincah dibanding ikan lainnya. Habitatnya berada di laut yang berkarang dan hidup secara berkelompok.
Advertisement
Pertumbuhan ikan bubara tergolong cukup cepat dan memiliki tingkat kelulusan hidup cukup tinggi. Selain itu, ikan ini relatif lebih tahan terhadap serangan infeksi penyakit.
Karakter ikan bubara sebagai ikan pelagis dapat bergerak sangat aktif. Hal ini menyebabkan ikan bubara cukup adaptif terhadap pakan dan perubahan lingkungan.
Daging ikan bubara memiliki tekstur yang padat, sehingga sangat cocok dimasak dengan cara dibakar. Masyarakat Papua menjadikan ikan bubara sebagai salah satu primadona makanan laut khas mereka.
Ikan bubara diolah dengan cara direndam air jeruk lemon terlebih dahulu. Proses ini dilakukan untuk mengurangi aroma amis pada ikan.
Dibakar
Selanjutnya, ikan dibakar dengan memberikan bumbu oles. Proses pembakarannya dilakukan di atas tungku bara selama sekitar 30 menit atau hingga daging matang merata.
Ikan bubara bakar memiliki cita rasa nikmat, dengan tekstur daging yang padat. Durinya pun tidak banyak. Ikan bubara bakar biasanya disantap bersama cabai segar yang ditumbuk dengan tomat dan air jeruk nipis.
Olahan ikan bubara bisa menjadi pilihan kuliner khas saat berkunjung ke wilayah Papua. Selain dibakar, ikan bubara juga dapat dinikmati dengan bumbu kuning atau rica-rica.
Saat ini, minat konsumen terhadap ikan bubara kian meningkat. Nilai ekonominya yang tergolong tinggi membuat ikan bubara cukup menjanjikan untuk dibudidayakan.
Penulis: Resla