Wabup Jaro Ade: Pemkab Bogor Dukung Program MBG, Minta Jumlah Dapur Ditambah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendukung penuh program unggulan presiden Prabowo yang memiliki manfaat cukup luas bukan hanya bagi siswa siswi sekolah namun juga bagi masyarakat secara umum lainnya.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiperbarui 25 Juni 2025, 15:03 WIB
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (putih) melakukan sosialisasi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Goes To School di SDN Pasir Angin 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (24/6) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi menyampaikan dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi pada program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sejumlah pejabat tinggi seperti kepala Bapanas, kepala BGN, Kemenko Pangan melakukan sosialisasi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Goes To School. Salah satu sekolah disambangi adalah SDN Pasir Angin 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Selasa (24/6).

"Tujuan kegiatan ini untuk memastikan mutu, kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada siswa siswi penerima manfaat program MBG ini," kata Ade seperti dikutip dari keterangan diterima, Rabu (25/6/2025).

Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu memastikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendukung penuh program unggulan presiden Prabowo yang memiliki manfaat cukup luas bukan hanya bagi siswa siswi sekolah namun juga bagi masyarakat secara umum lainnya.

"Kalau program MBG ini berjalan, secara otomatis ekonomi masyarakat pun ikut bergerak, karena bahan baku untuk makan bergizi ini bisa dibeli dari masyarakat lokal," tutur dia

Ade menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor bangga terhadap konsistensi Presiden Prabowo dalam program makan bergizi gratis untuk generasi bangsa ini. Karenannga hal program MBG akan terus didorong hingga dirasakan oleh seluruh siswa siswi di pelosok desa.

Eks Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu mencatat, di wilayahnya saat ini sudah ada 29 dapur MBG dan sudah mencakup 86.997 ribu siswa per harinya. Namun jumlah tersebut ternyata baru 5% dari jumlah siswa sekolah di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 1,4 juta pelajar sekolah se-Kabupaten Bogor.

"Dengan jumlah dapur yang ada saat ini tentu masih sangat jauh untuk mencukupi kebutuhan para penerima manfaat program MBG. Untuk itu, Pemkab Bogor meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini Badan Gizi Nasional menambah kuota untuk pembuatan dapur makan bergizi gratis," minta Ade.

"Kami rasa perlu ada penambahan dapur umum di beberapa wilayah kecamatan untuk menjangkau sekolah-sekolah yang berada di pedesaan," tambah dia.

 

Efek Domino

Ade menilai, bagi Pemkab Bogor, program MBG bukan hanya sekedar memberikan asupan gizi dan nutrisi kepada siswa siswi, namun efek domino yang akan dirasakan adalah program unggulan Presiden Prabowo itu mampu menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bogor.

"Program Presiden Prabowo ini benar-benar pro rakyat, karena melibatkan seluruh element masyarakat. Ibu-ibu bisa bekerja, para petani sayuran dan para peternak ayam telur pun ikut terangkat perekonomiannya," sebut Politisi Golkar itu.

Dia pun berjanji, Pemkab Bogor akan terus mengawal dan ikut terlibat secara aktif dalam pengawasan program MBG ini, mulai dari proses produksi makanan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

"Mari kita sama-sama dukung program MBG ini, demi masa depan anak-anak kita yang istimewa dan gemilang," Ade menandasi.

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya