KND Soal Safari Wukuf: Contoh Praktik Baik Wujudkan Haji Inklusif

KND apresiasi program safari wukuf dalam pelaksanaan haji 2025. Apa saja praktik baik yang tercatat?

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 24 Juni 2025, 15:30 WIB
Jemaah haji lansia menunggu diantarkan petugas pendorong kursi roda resmi di Masjidil Haram dari Terminal Syib Amir. (dok. MCH 2025)

Liputan6.com, Jakarta Program Safari Wukuf dalam penyelenggaraan haji tahun 2025 mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Program ini dinilai sebagai contoh praktik baik dalam mewujudkan layanan haji yang inklusif, ramah lansia, dan disabilitas.

Hal tersebut disampaikan Ketua KND, Dante Rigmalia saat audiensi dengan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kemenag, Hilman Latief di Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Makkah.

“Kami mengapresiasi Kemenag atas skema program Safari Wukuf yang sangat baik ini. Harapan kami, praktik-praktik baik ini terus dilanjutkan, dan ke depan ada lebih banyak hal yang bisa dipersiapkan agar apa yang sudah baik bisa menjadi lebih baik lagi,” ujar Dante, Senin (23/6/2025) mengutip laman Kementerian Agama (Kemenag).

Dante pun terlibat langsung dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Mulai dari pendataan para jemaah penyandang disabilitas, berinteraksi langsung dengan mereka, serta membangun pemahaman dan persepsi positif di kalangan jemaah lainnya yang berada di sekitar mereka.

“Ada banyak praktik baik yang kami temukan. Misalnya, ketika ada penyandang disabilitas Tuli dan petugas tidak tahu cara berkomunikasi. Namun, setelah berinteraksi langsung, akhirnya petugas tahu bahwa komunikasi bisa dilakukan dengan menulis di kertas atau menggunakan pensil,” jelasnya.

 

Himpun Masukkan dari KND untuk Perkuat Program ke Depan

Sementara itu, Dirjen PHU, Hilman Latief, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka terhadap masukan dari KND untuk memperkuat program layanan ke depan.

Menurutnya, jumlah jemaah lansia terus meningkat setiap tahun, sehingga perlu strategi pelayanan yang adaptif dan inklusif.

“Saya meminta masukan dari KND untuk memperkuat program kita ke depan. Karena bagaimanapun, secara demografis, jumlah jemaah lansia akan terus meningkat,” kata Hilman.

“Dan tahun ini pun jumlahnya sudah cukup tinggi. Maka kita perlu menyiapkan strategi ke depan, seperti apa pola layanan yang tepat,” lanjutnya.

Audiensi antara Kemenag dan KND ini menjadi langkah penting dalam sinergi lintas lembaga demi meningkatkan kualitas pelayanan haji bagi seluruh jemaah, tanpa terkecuali.

Infografis delapan syarikah yang melayani jemaah haji Indonesia 2025. (dok. Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya