Kurs Rupiah Langsung Menguat Usai Trump Sebut Iran-Israel Sepakat Akhiri Perang

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Selasa. Kurs rupiah menguat sebesar 111 poin atau 0,6% menjadi Rp16.381 per dolar AS dari sebelumnya 16.492 per dolar AS.

oleh Septian DenyDiterbitkan 24 Juni 2025, 10:15 WIB
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari Selasa. Kurs rupiah menguat sebesar 111 poin atau 0,6% menjadi Rp16.381 per dolar AS dari sebelumnya 16.492 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganggap penguatan nilai tukar (kurs) rupiah seiring harapan perdamaian di Timur Tengah (Timteng).

“Rupiah berpotensi menguat oleh harapan perdamaian di Timteng setelah Trump (Presiden Amerika Serikat) mengatakan bahwa Iran dan Israel sepakat untuk gencatan senjata,” ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (24/6/2025).

Di dalam platform Truth Social, Trump mengklaim bahwa Iran dan Israel telah menyepakati gencatan senjata secara menyeluruh untuk mengakhiri "perang 12 hari" antara kedua negara itu.

"Selamat untuk semuanya! Telah disepakati secara penuh oleh dan antara Israel dan Iran bahwa akan dilakukan gencatan senjata penuh (kira-kira dalam 6 jam dari sekarang, ketika Israel dan Iran telah meredakan dan menyelesaikan misi akhir yang masih berjalan!), untuk 12 jam, di mana perang akan dianggap berakhir,” tulis Presiden AS.

Ia menyatakan bahwa Iran akan terlebih dahulu mematuhi gencatan senjata, Israel akan menyusul 12 jam kemudian, dan dalam 24 jam, "berakhirnya secara resmi perang 12 hari akan disambut dunia”.

 

Gencatan Senjata

Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah rudal Amerika Serikat menghantam tiga fasilitas nuklir utama Iran. (AP/Oded Balilty)

Namun, di platform X, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan mengenai gencatan senjata antara Iran dengan Israel.

Jika rezim Israel menghentikan agresi ilegal terhadap rakyat Iran paling lambat pukul 4 pagi waktu Tehran, kata Araghchi, pihaknya tak berniat melanjutkan tanggapan. Di sisi lain, juga ditekankan bahwa keputusan akhir tentang penghentian operasi militer akan dibuat kemudian.

“Untuk gencatan senjata, belum dikonfirmasi dan telah dibantah Iran, jadi sentimen bisa berubah setiap saat dan rupiah berpotensi volatile,” ungkap Lukman.

Baru-baru ini, Iran juga meluncurkan serangkaian rudal ke Pangkalan Militer Amerika Serikat Al Udeid di Qatar.

 

Rudal

Hal itu diungkap Trump dalam pidato di hadapan rakyatnya di Gedung Putih pada hari Sabtu 21 Juni 2025 pukul 10.00 waktu setempat. (Citra satelit ©2025 Maxar Technologies/AFP)

Jumlah rudal yang ditembakkan dalam serangan adalah sama dengan "jumlah bom yang digunakan AS saat menyerang fasilitas nuklir kita" menurut Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IGRC), yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, menyebutnya sebagai pesan langsung kepada Washington dan sekutunya.

Sentimen lain terhadap kurs rupiah berasal dari pernyataan dovish pejabat Federal Reserve (The Fed) Michelle Bowman yang mengatakan AS harus mempertimbangkan penurunan suku bunga.

“Menurut dia, inflasi AS sudah pada jalur dan tidak jauh dari target,” kata Lukman.

 

 

Infografis Beda Rupiah 1998 dengan 2018 terhadap Dolar AS. (Liputan6.com/Triyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya