Iran Serang Pangkalan Amerika di Qatar, Ini Imbauan Kemlu RI untuk WNI

Imbauan Kemlu RI ini berlaku tidak hanya bagi WNI yang akan bepergian, namun juga menetap di negara lain.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 24 Juni 2025, 06:42 WIB
Dirjen Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Judha Nugraha saat wawancara khusus dengan Liputan6.com di Jakarta, Rabu 30 April 2025. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dan seluruh Perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor dari dekat eskalasi konflik yang terjadi antara Israel, Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Kemlu mengimbau agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini berada di Timur Tengah meningkatkan kewaspadaan, terus memantau situasi keamanan dan arahan yang diberikan otoritas setempat, menghindari lokasi aset-aset negara berkonflik dan mengurangi perjalanan ke luar rumah untuk hal-hal yang tidak mendesak," demikian pernyataan tertulis yang dibagikan Direktur Pelindungan WNI Judha Nugraha, Selasa (24/6/2025).

Bagi WNI yang menetap, Judha mengimbau, agar melakukan lapor diri secara online di www.peduliwni.kemlu.go.id dan memastikan data telah update.

"Adapun bagi WNI yang memiliki rencana penerbangan melewati wilayah udara Timur Tengah agar mengantisipasi gangguan penerbangan karena penutupan wilayah udara di sejumlah negara. Selalu pastikan jadwal penerbangan ke maskapai," ujar Judha.

"Jika dalam keadaan darurat di luar negeri agar segera menghubungi hotline Perwakilan RI terdekat atau hotline Kementerian Luar Negeri c.q. Direktorat Pelindungan WNI melalui nomor +62 812-9007-0027 (WhatsApp) atau tekan Tombol Darurat di aplikasi Safe Travel Kemlu."

Iran meluncurkan sejumlah rudal ke pangkalan militer AS di Qatar pada Senin (23/6) malam, sebagai balasan atas serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Minggu (22/6).

Melansir Axios, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Baik Qatar maupun AS telah diberi tahu mengenai serangan Iran tersebut sebelum kejadian.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya