Harga Emas Berpeluang Sentuh USD 3.450 di Tengah Gonjang-ganjing Penutupan Selat Hormuz

Ada kemungkinan harga emas untuk naik hingga ke kisaran USD 3.450. Simak faktor pendorongnya dalam tulisan ini.

oleh Natasha AmaniDiterbitkan 23 Juni 2025, 20:15 WIB
Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia terus mengalami penguatan, di tengah gejolak pasar menyusul pecahnya konflik di Timur Tengah, antara Iran dan Israel.

Pengamat pasar komoditas, Ibrahim Assuaibi memperkirakan bahwa ada kemungkinan harga emas untuk naik hingga ke kisaran USD 3.450.

Hal ini didorong oleh ketegangan yang meningkat setelah paska Amerika Serikat menyerang fasilitas reaktor nuklir di Iran.

“Yang paling ditakutkan di sini adalah penutupan Selat Hormus, setelag DPR di Iran sudah setuju agar selat tersebut di blokade. Ini yang sebenarnya sedang ditunggu oleh pasar,” ungkap Ibrahim kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (23/6/2025).

Selain itu, pejabat Iran pun juga meminta bantuan dari sekutu, baik Rusia, Tiongkok, dan Korea Utara. Namun sampai saat ini, belum ada respon dari ketiga negara tersebut.

“Tetapi harus ingat bahwa kalau seandainya benar-benar terjadi perang dengan Amerika, kemudian dengan Eropa, dengan Israel, kemungkinan besar akan berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia yang terus mengalami kenaikan,” jelas Ibrahim.

Seperti diketahui, Iran merupakan salah satu produsen minyak yang mencapai 3,3 juta barrel per hari.

Ibrahim melihat, menyusutnya ekspor minyak dari Iran juga akan berpengaruh terhadap harga emas dunia.

“Kenapa? Karena terjadinya perang ini akan membuat inflasi. Inflasi tinggi ini akan berdampak positif terhadap emas dunia sehingga emas dunia terus akan melambung. Secara jangka menengah saya masih optimis bahwa harga emas dunia akan ke USD 3.600,” imbuhnya.

 

IHarga Emas Terpengaruh Perang Israel, Iran dan AS?

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam setelah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, memutuskan untuk terlibat dalam konflik tersebut. Di tengah situasi global yang memanas ini, harga emas tetap menjadi perhatian investor sebagai aset aman (safe haven).

Dikutip dari The Economic Times, Senin (23/6/2025), pada perdagangan Jumat kemarin, harga emas spot nyaris tak berubah dan berada di level USD 3.369,63 per ons—terendah sejak 12 Juni. Sepanjang pekan, harga turun sekitar 1,8 persen.

Sementara itu, emas berjangka AS juga mengalami penurunan 0,7 persen ke level USD 3.385,50 per ons.

 

Prospek Harga Emas Masih Kokoh

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Menurut analis dari Julius Baer, Carsten Menke, permintaan dari pencari aset aman dan bank sentral masih cukup tinggi.

“Kami masih melihat permintaan yang baik dari para pencari safe haven dan bank sentral, yang seharusnya memberikan dukungan yang baik terhadap harga emas pada level saat ini,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya