Bintang Borussia Dortmund Ini Disarankan Tolak Chelsea, Lebih Baik Gabung MU

Mantan gelandang Timnas Jerman, Dietmar Hamann, menyarankan agar Jamie Gittens menolak tawaran Chelsea. Ia menilai Manchester United adalah klub yang lebih pas bagi perkembangan winger Borussia Dortmund tersebut.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 23 Juni 2025, 19:50 WIB
Pada menit ke-41, tendangan melengkung Jamie Gittens tak mampu dijangkau penjaga gawang Dinamo Zagreb, Danijel Zagorac. Borussia Dortmund unggul 1-0 atas Dinamo Zagreb. (Damir SENCAR/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Mantan gelandang Timnas Jerman, Dietmar Hamann, menyarankan agar Jamie Gittens menolak tawaran Chelsea. Ia menilai Manchester United adalah klub yang lebih pas bagi perkembangan winger Borussia Dortmund tersebut.

Chelsea sedang aktif memburu pemain baru untuk memperkuat tim asuhan Enzo Maresca. Salah satu nama yang masuk radar adalah Gittens yang saat ini berusia 20 tahun.

Pemain muda asal Inggris itu pernah menjadi bagian akademi Chelsea sebelum akhirnya pindah ke Jerman. Sejak bergabung dengan Dortmund pada 2020, Gittens mencatatkan lebih dari 100 penampilan.

Performa apiknya di paruh pertama musim lalu membuat Chelsea tertarik membawanya kembali ke Stamford Bridge. Meski performanya menurun di akhir musim, Gittens tetap menjadi target prioritas.


Perubahan Pelatih Pengaruhi Karier Gittens

Tiga gol kemenangan Dortmund ke gawang AC Milan dilesakkan Marco Reus, Jamie Bynoe-Gittens dan Karim Adeyemi. (Marco BERTORELLO / AFP)

Gittens menjalani perkembangan pesat bersama Dortmund sejak pindah dari Inggris. Namun, performanya menurun sejak terjadi perubahan di kursi pelatih.

Niko Kovac masuk menggantikan Nuri Sahin. Hamann menilai hal itu sebagai momentum yang tepat bagi Gittens untuk mencari klub baru.

"Borussia Dortmund telah menjadi tempat yang luar biasa bagi Jamie Gittens," kata Hamann dilansir Metro.

"Dia memainkan peran besar, mencetak gol, dan membuat assist, tetapi itu berhenti ketika [pelatih Dortmund] Niko Kovac datang," jelasnya.


Gittens Tak Cocok Lagi di Dortmund

Pemain Bourssia Dortmund, Jamie Bynoe-Gittens (kiri) berusaha melewati pemain Bayer Leverkusen, Edmond Tapsoba saat laga lanjutan Liga Jerman 2022/2023 di BayArena, Leverkusen, 29 Januari 2023. Musim ini, Bynoe-Gittens sukses melesatkan 3 gol dan 1 assist dalam 17 pertandingan bersama Die Borussen. Ia masuk ke dalam 23 nama Timnas Inggris U-20 untuk laga uji coba menjelang Piala Dunia U-20 2023. (AFP/Sascha Schuermann)

Gittens memiliki klausul pelepasan senilai 50,5 juta pounds dan Dortmund telah menolak dua tawaran dari Chelsea. Namun, situasi internal di Dortmund dinilai bisa mempercepat kepindahannya.

Hamann menilai manajer Dortmund saat ini lebih menyukai pemain yang rajin bekerja keras. Sementara itu, Gittens dianggap bukan tipe seperti itu.

"Chelsea pasti tahu itu. Sang pemain sudah jelas ingin pergi, tapi dia masih terikat kontrak," ujar Hamann.

"Saya rasa Dortmund tidak dalam posisi kuat karena pelatih mereka ingin pemain pekerja keras dan Gittens bukan pemain seperti itu," lanjutnya.


MU Bisa Jadi Loncatan Karier Bagi Gittens

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, menghibur penyerang Borussia Dortmund, Jamie Bynoe-Gittens, setelah pertandingan final Liga Champions di Wembley, Minggu (2/6/2024) dini hari WIB, berakhir. Real Madrid menjadi juara Liga Champions setelah menang 2-0 atas Borussia Dortmund. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Menurut Hamann, Gittens sebaiknya tidak memilih Chelsea karena klub tersebut memiliki stok pemain yang sangat banyak. Ia menilai sang pemain bisa kesulitan mendapat menit bermain dan akhirnya tenggelam dalam persaingan yang ketat di Stamford Bridge.

Sebaliknya, Manchester United dianggap lebih ideal karena tengah merombak lini serang mereka. Nama-nama seperti Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Antony kabarnya akan dilepas.

"Saya pikir dia akan meninggalkan Dortmund, tapi mereka tidak akan mendapat uang sesuai keinginan mereka," ujar Hamann.

"Chelsea punya banyak pemain, tapi saya rasa dia bisa memberikan perbedaan besar di Manchester United. Dia masih muda, tapi telah menonjol, dan saya pikir dia adalah pemain yang harus mereka kejar," tutup Hamann.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya