Tak Cuma Minyak, Harga Pangan juga Bakal Melambung Jika Perang Iran dan AS Berlanjut

Jika konflik Iran, Israel dan Amerika tidak segera dikendalikan dan sampai memicu perang skala besar, seluruh negara, termasuk Indonesia, akan merasakan dampak yang sangat berat di berbagai aspek kehidupan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 23 Juni 2025, 19:30 WIB
Militer Israel mengonfirmasi bahwa rudal-rudal tersebut diluncurkan langsung dari wilayah Iran. (AP/Oded Balilty)

Liputan6.com, Jakarta - Ketegangan geopolitik yang semakin memanas akibat serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran dinilai dapat memicu gejolak besar dalam perekonomian nasional maupun internasional. Sebelumnya, Iran membalas serangan yang telah dilancarkan Israel

Menurut Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin, dampaknya akan sangat bergantung pada bagaimana masing-masing pihak merespons situasi tersebut.

"Dampak ekonomi nasional dan internasional akan tergantung dari reaksi masing-masing pihak. Jika pihak-pihak tersebut bersedia berunding dan mencapai gencatan senjata, maka perekonomian akan stabil dan hanya akan bergejolak karena faktor protectionist policy (misalnya tariffs)," ujar Eddy Junarsin, kepada Liputan6.com, Senin (23/6/2025).

Eddy menilai, jika konflik tidak segera dikendalikan dan sampai memicu perang skala besar, seluruh negara, termasuk Indonesia, akan merasakan dampak yang sangat berat di berbagai aspek kehidupan.

"Jika perang dunia III terjadi, semua negara (tidak hanya Indonesia) akan tumbang secara ekonomi. Namanya saja perang dunia, berarti semua negara terimbas perang secara politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan legal. Bayangkan saja, jika sebutir bom nuklir meledak di suatu tempat. Meskipun terjadinya jauh, tapi udara akan tercemar, air akan tercemar, dan lain-lain," jelas Eddy.

 

Pengaruhi Harga Komoditas

Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Ia juga menegaskan situasi seperti ini pasti akan mempengaruhi harga komoditas secara signifikan. Kenaikan harga minyak, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya menjadi risiko besar yang sulit dihindari jika konflik terus berlanjut.

"Sangat berdampak. Harga minyak, makanan, dan semua hal akan meningkat. Yang namanya perang pasti akan membuat perekonomian morat-marit," katanya.

Menurut Eddy, yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana masing-masing negara mampu mengantisipasi dan memitigasi risiko yang mungkin timbul dari ketegangan geopolitik global agar tidak menimbulkan krisis yang berkepanjangan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya