IHSG Hari Ini 23 Juni 2025 Ditutup Melemah, Saham MEDC Menguat 1,4%

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum mampu beranjak dari zona merah pada Senin, (23/6/2025). IHSG melemah meninggalkan posisi 6.900 dan ditutup turun 1,7%.

oleh Agustina MelaniDiperbarui 23 Juni 2025, 16:53 WIB
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah pada perdagangan Senin (23/6/2025). IHSG melemah mengikuti bursa saham global usai Amerika Serikat (AS) menyerang situs nuklir Iran.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 1,74% ke posisi 6.787,14. IHSG meninggalkan posisi 6.900 dari penutupan perdagangan pekan lalu.

Awal pekan ini, IHSG sempat sentuh tertinggi di 6.834,76 dan level terendah 6.745,14. Sebanyak 533 saham melemah sehingga menekan IHSG. 140 saham diam di tempat dan 128 saham menguat.

Total frekuensi perdagangan 1.363.337 saham dan total volume perdagangan 25,4 miliar saham. Nilai transaksi Rp 12,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 16.480.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham consumer siklikal susut 3,36%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti terpangkas 2,97%, sektor saham teknologi merosot 2,54%.

Sementara itu, sektor saham energi terpangkas 2,16%, sektor saham basic turun 1,16%, sektor saham industri terperosok 1,6%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 2,11%.

Lalu sektor saham kesehatan terpangkas 1,66%, sektor saham keuangan terperosok 1,4%, sektor saham infrastruktur turun 1,76% dan sektor saham transportasi melemah 0,05%.

Gerak Saham

Di tengah koreksi IHSG, saham PSAB mencatat kenaikan. Saham PSAB melonjak 4,66% ke posisi Rp 494 per saham. Harga saham PSAB berada di level tertinggi Rp 525 dan terendah Rp 474 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.138 kali dengan volume perdagangan 1.348.359 saham. Nilai transaksi Rp 66,9 miliar.

Saham MEDC melesat 1,4% ke posisi Rp 1.450 per saham. Harga saham MEDC dibuka naik 70 poin ke posisi Rp 1.500 per saham. Saham MEDC berada di level tertinggi Rp 1.525 dan level terendah Rp 1.435 per saham. Total frekuensi perdagangan 25.751 kali dengan volume perdagangan 2.261.764 saham. Nilai transaksi Rp 334,2 miliar.

Sementara itu, harga saham BRMS melemah 2,42% ke posisi Rp 404 per saham. Harga saham BRMS dibuka naik empat poin ke posisi Rp 418 per saham. Saham BRMS berada di level tertinggi Rp 422 dan terendah Rp 388 per saham. Total frekuensi perdagangan 46.579 kali dengan volume perdagangan 13.277.720 saham. Nilai transaksi Rp 537,6 miliar.

Top Gainers-Losers Saham LQ45

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada zona merah pada perdagangan saham awal pekan ini IHSG ditutup melemah 5,72 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.122,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham AKRA melonjak 3,7%
  • Saham AMMN melonjak 2,62%
  • Saham ESSA melonjak 2,26%
  • Saham PGAS melonjak 1,57%
  • Saham MEDC melonjak 1,40%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PTBA merosot 14,92%
  • Saham CTRA merosot 8,33%
  • Saham MAPI merosot 6,41%
  • Saham ARTO merosot 5,93%
  • Saham SMGR merosot 5,60%

 

Saham-saham L45 yang aktif diperdagangkan berdasarkan nilai:

  • Saham BBRI senilai Rp 825,4 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 753,1 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 668,4 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 583,6 miliar
  • Saham GOTO senilai Rp 372,7 miliar

 

Saham-saham L45 yang aktif diperdagangkan berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BBRI tercatat 45.868 kali
  • Saham ANTM tercatat 38.676 kali
  • Saham BBCA tercatat 36.533 kali
  • Saham GOTO tercatat 33.411 kali
  • Saham PTBA tercatat 29.152 kali

Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar melemah pada Senin, 23 Juni 2025. Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menyerang tiga lokasi nuklir di Iran. Hal itu juga mendorong kenaikan harga minyak dan kekhawatiran investor akan eskalasi konflik Timur Tengah.

Mengutip CNBC, harga minyak turun pada jam-jam terakhir di Asia, berbalik arah dari kenaikan sebelumnya pada hari itu.

Harga minyak Brent diperdagangkan di posisi USD 76,75 per barel setelah turun 0,32% pada pukul 16.23 waktu Singapura. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,33% menjadi USD 73,6.

Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,13% ke posisi 38.354,09. Indeks Topix tergelincir 0,36% menjadi 2.761,18.

Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,24% hingga ditutup ke level 3.014,47. Indeks Kosdaq melemah 0,85% menjadi 784,79.

Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 0,67% ke posisi 23.689,13. Indeks CSI 300 naik 0,29% menjadi 3.857,90. Di Australia, indeks ASX 200 ditutup ke level 8.474,9. Indeks Nifty50 melemah 0,33%. Indeks BSE Sensex merosot 0,44%.

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya