Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Agus Mulyono Herlambang resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua umum (Ketum) PSI. Pendaftaran dilakukan di hari terakhir, Senin (23/6/2025).
Agus yang juga merupakan mantan Ketum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) 2017-2021 itu mengaku, sengaja mendaftar di hari terakhir karena ingin memastikan tidak akan bertanding dengan gurunya, yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Advertisement
“Saya sengaja mendaftar hari terakhir, memastikan guru saya (Jokowi) tidak mendaftar,” kata Agus di DPP PSI, Jakarta, Senin (23/6/2025).
Apabila ia terpilih, Agus menargetkan PSI akan lolos Senayan pada Pemilu 2029. “Target kita semua 2029 lolos ke Senayan,” pungkasnya.
Dengan mendaftarnya Agus, maka hingga siang ini tercatat sudah ada tiga orang yang siap bertarung untuk memperebutkan kursi Ketum PSI.
Kaesang dan Bro Ron Siap Bertarung di Bursa Caketum PSI
Dua nama lain yang telah mendaftar adalah ketum petahana Kaesang Pangarep yang mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PSI pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu.
Selain itu, ada juga Wakil Ketua I PSI DPW Jawa Barat, Ronald Aristone Sinaga yang mendaftar pada Rabu, 18 Juni 2025.
Dalam pencalonan ini, Kaesang mengantongi dukungan dari 10 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 75 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI seluruh Indonesia. Sementara Ronald yang akrab disapa Bro Ron, mengantongi dukungan dari 6 DPW dan 36 DPD PSI seluruh Indonesia.
Sementara itu, hingga hari terakhir pendaftaran ini, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belum juga mendaftar menjadi calon Ketum PSI. Nama Jokowi sempat santer digadang-gadang bakal menjadi penerus anaknya untuk memimpin PSI.
Kaesang Pastikan Jokowi Tak Ikut Nyalon Ketum PSI
Menurut Kaesang, Jokowi tidak akan maju menjadi kandidat ketua umum PSI.
“Yang saya yakinkan kepada beliau adalah satu, berilah kesempatan kepada anak muda,” kata Kaesang.
Kaesang menyebut, tidak mungkin ayah dan anak bersaing memperebutkan posisi yang sama di partai. “Mengenai beliau akan menjadi ketua umum atau tidak, itu sudah kami obrolkan di seminggu terakhir ini. Enggak mungkin juga anak sama bapak saling berkompetisi,” kata Kaesang.
Sebelumnya, Jokowi sempat mengaku tidak akan bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mengaku lebih memilih PSI. Hal itu merespons santernya isu yang mengaitkan namanya di bursa ketum PSI dan PPP.
“Kan (PPP) banyak. Banyak sekali. Saya di PSI saja lah,” kata Jokowi.