Video Hoaks Sepekan: Infrastruktur Energi di Kota Haifa Israel Dihantam Rudal Iran hingga Komentar Dubes Jepang terkait Rismon Sianipar

Beberapa video hoaks telah ditelusuri Cek Fakta Liputan6.com selama sepekan terakhir. Berikut rangkumannya.

oleh Hanz Jimenez SalimDiterbitkan 23 Juni 2025, 15:00 WIB
Penelusuran klaim video infrastruktur energi di Kota Haifa Israel dihantam rudal Iran.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah kabar hoaks masih beredar di media sosial selama sepekan terakhir. Beberapa di antaranya menyebar dalam bentuk video.

Satu di antaranya video yang diklaim infrastruktur energi di Kota Haifa Israel dihantam rudal Iran. Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 Juni 2025.

Video itu menampilkan bangunan berbentuk bola berwarna putih dan tabung. Bangunan itu kemudian meledak dan mengeluarkan kobaran api dan asap hitam. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kabar infrastruktur energi di Kota Haifa Israel dihantam rudal Iran.

"Hifa Power Plant (ISrahel) has been completely demOlished

Salah satu infrastruktur energi terbesar Israhell Pembangkit Listrik Hifa, hancur total setelah serangan rudal Iran.

Kilang minyak Bazan di Haifa mengehentikan semua operasi setelah pabrik tersebut terkena serangan WIlayah tersebut mengalami krisis energi setelah serangan tersebut yang menewaskan 3 pekerja.

Video tersebut pun diberi keterangan sebagai berikut.

Perusahaan kilang minyak terbesar di Isr4el, Bazan, menutup seluruh fasilitasnya di Pelabuhan Haifa setelah diserang rudal Iran pada Minggu (16/6) malam.

Serangan itu menewaskan tiga karyawan dan memicu kebakaran besar, serta merusak pembangkit listrik dan jaringan infrastruktur utama kompleks.

Dalam pernyataan resmi ke Bursa Efek Tel Aviv, Bazan menyebut seluruh operasional dihentikan dan kini tengah bekerja sama dengan Israel Electric Corporation untuk memulihkan pasokan listrik. Perusahaan juga masih menilai dampak kerusakan terhadap operasionalnya.

Serangan ini terjadi di tengah konflik udara mematikan antara Iran dan Israel yang telah menewaskan ratusan orang sejak pecahnya eskalasi akibat serangan udara Israel ke wilayah Iran pekan lalu," tulis salah satu akun Facebook.

Namun setelah ditelusuri, video yang diklaim infrastruktur energi di Kota Haifa Israel dihantam rudal Iran ternyata tidak benar. Gambar tersebut dipublikasikan pada tanggal 13 November 2015, oleh Brigade Pemadam Kebakaran Keamanan Publik Sichuan. Video tersebut direkam selama latihan pemadam kebakaran di Pangkalan Pelatihan Brigade Pemadam Kebakaran Keamanan Publik Chengdu.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Selain klaim infrastruktur energi di Kota Haifa, Israel dihantam rudal Iran, terdapat video hoaks lain yang telah ditelusuri selama sepekan. Berikut rangkumannya.

 

Video Dubes Jepang untuk Indonesia akan Laporkan Rismon Sianipar karena Ijazah Palsu

Cek fakta video Dubes Jepang terkait ijazah palsu

Beredar di media sosial postingan video Duta Besar Jepang di Indonesia, Masaki Yasushi akan melaporkan Rismon Sianipar karena ijazah palsu ke Mabes Polri. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat video dengan narasi sebagai berikut:

Beredar di media sosial postingan video Duta Besar Jepang di Indonesia, Masaki Yasushi akan melaporkan Rismon Sianipar karena ijazah palsu ke Mabes Polri. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 Juni 2025.

Dalam postingannya terdapat video dengan narasi sebagai berikut:

"Duta Besar Jepang resmi menyampaikan bahwa ijazah resmon Sianipar palsu dan bukan lulusan Yamaguchi jepang. Kedutaan besar jepang di Jakarta akan melaporkan pemalsuan ijazah resmon Sianipar ke mabes polri."

Akun itu menambahkan narasi:

"Dubes Jepang Melaporkan balik ke Mabes Polri utk Barisan Sakit Hati..."

Setelah ditelusuri, postingan video Duta Besar Jepang di Indonesia, Masaki Yasushi akan melaporkan Rismon Sianipar karena ijazah palsu ke Mabes Polri adalah tidak benar.

Faktanya, Duta Besar Masaki tidak pernah memberikan klarifikasi maupun respons serta pendapat mengenai isu yang sedang beredar dalam bentuk apapun, di platform manapun.

Baca selengkapnya di tautan berikut ini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya