Ekspor Minuman Indonesia Naik Tajam, Ini Datanya

Ekspor produk air dan minuman non-alkohol dari Indonesia menunjukkan peningkatan tajam sepanjang tahun 2024.

oleh Gagas Yoga PratomoDiperbarui 23 Juni 2025, 09:30 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di JICT Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (18/10). Penurunan impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor menyebabkan surplus neraca dagang pada September 2016 mencapai US$ 1,22 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ekspor produk air dan minuman non-alkohol dari Indonesia menunjukkan peningkatan tajam sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor untuk produk dalam kategori HS code 2201-2202 mencapai USD164,21 juta, naik 34,36% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD122,21 juta.

Tak hanya dari segi nilai, volume ekspor juga mengalami pertumbuhan positif. Pada 2024, total volume ekspor minuman menyentuh angka 323,55 ribu ton, atau naik 27,95% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari sisi negara tujuan, Filipina mencatatkan kontribusi terbesar terhadap ekspor Indonesia, yakni 23,61% atau setara dengan USD38,77 juta. Di posisi berikutnya ada Vietnam (12,76% setara USD20,96 juta), Singapura (9,96% setara USD16,35 juta), Malaysia (8,57% setara USD14,08 juta), dan Timor Leste (7,23% setara USD11,87 juta).

Kinerja Ekspor Melesat di Awal 2025

Kinerja positif ini berlanjut pada awal tahun 2025. Dalam periode Januari-April 2025, nilai ekspor telah mencapai USD77,47 juta, dengan volume mencapai 143,26 ribu ton. Angka ini mencerminkan lonjakan 73,45% yoy untuk nilai ekspor dan 71,16% yoy untuk volume.

Pertumbuhan ekspor kuartal pertama 2025 ini terutama didorong oleh peningkatan permintaan dari sejumlah negara mitra utama seperti Filipina, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste.

 

 

Tren Pertumbuhan Positif

Petugas beraktivitas di area bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga

Senior Economist LPEI, Donda Sarah mengatakan pihaknya optimis tren pertumbuhan positif ini masih akan berlanjut pada beberapa tahun mendatang, didorong oleh permintaan yang masih kuat dari negara-negara mitra dagang. 

“Di tengah sejumlah tantangan berupa persaingan dengan negara eksportir lain, perubahan cepat preferensi konsumen, serta kondisi makroekonomi global yang penuh ketidakpastian, peluang untuk berinovasi dan memperluas pasar ekspor air dan minuman tanpa alkohol tetap terbuka lebar,” kata Donda dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (22/6/2025).

 

Peringkat Global dan Tantangan

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/10/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan neraca perdagangan Indonesia pada September 2021 mengalami surplus US$ 4,37 miliar karena ekspor lebih besar dari nilai impornya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meski ekspor menunjukkan pertumbuhan menjanjikan, secara global posisi Indonesia masih cukup tertinggal. Untuk produk air mineral (HS 2201), Indonesia berada di peringkat ke-31 dunia, sedangkan untuk air mineral berperisa (HS 2202) berada di peringkat ke-45.

Kendala utama dalam peningkatan daya saing global adalah keterbatasan penguasaan teknologi dan inovasi. Ini menjadi tantangan yang harus segera diatasi jika Indonesia ingin menembus pasar besar seperti Tiongkok dan Jepang, yang memiliki potensi besar namun masih belum tergarap secara optimal.

 

Dukungan dari Indonesia Eximbank

Sebagai lembaga keuangan khusus milik negara yang fokus pada peningkatan ekspor nasional, Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) siap mendukung para pelaku usaha di sektor air dan minuman non-alkohol untuk memperluas pasar ke luar negeri. Dukungan ini mencakup pembiayaan dan pendampingan usaha, terutama di sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) dan industri makanan.

“Momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk menjadikan produk Indonesia baik dari sektor air, minuman tanpa alkohol, FMCG, maupun makanan sebagai ikon ekspor berkelas dunia,” pungkas Donda. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya