Menilik Potensi Ekonomi dengan Makan Bergizi

Program MBG juga dapat mencegah stunting dimana anak dalam kondisi gagal tumbuh pada anak

oleh Panji PrayitnoDiperbarui 22 Juni 2025, 12:25 WIB
Pelatihan sekaligus sosialisasi MBG di Bekasi. (Ist)

Liputan6.com, Bekasi Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) Nurisa Brahmani mengaku terus bekerja keras untuk memenuhi aspek Gizi tersebut dimulai dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurutnya, Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan gizi dan perekonomian warga.

Dalam kesempatannya, Nurisa Brahmani menyampaikan bahwa Makanan Bergizi Gratis ini merupakan Program Presiden Prabowo untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2024. 

“Tentunya Badan Gizi Nasional hadir sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi program-program gizi di tingkat nasional maupun di daerah,” ucap Rima Nurisa saat sosialisasi MBG di Bekasi, Rabu (18/6/2025).

Melalui badan ini, diharapkan upaya penanganan masalah gizi dapat dilakukan secara lebih terpadu, efektif, dan berkelanjutan. 

Program MBG juga dapat mencegah stunting dimana anak dalam kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar. 

“Stunting dapat menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik, meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, dan mengancam perkembangan kogniti bagi seseorang,” tambah Rima. 

Ekonomi Lokal

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. BGN bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Adapun ketentuan dalam mendirikan dapur sehat untuk menjangkau ribuan penerima manfaat.

“Satu SPPG mempunyai sasaran utama 3000 anak sekolah dengan jarak 15 sampai 20 menit dari dapur ke sekolah, dan menu makanan yang disediakan harus bervariasi dan wajib di perhatikan nilai gizi dari setiap makanan tersebut,” jelas Rima.

Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. 

Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG menyerap 45 - 50 petugas untuk memasak makanan.

Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.

Bagi masyarakat yang berminat menjadi mitra Badan Gizi Nasional (BGN), dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi BGN yang fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya